Usai Ditemukan Omicron, Kasus Corona di Kota Pekalongan Bertambah Lagi

Robby Bernardi - detikJateng
Jumat, 28 Jan 2022 13:31 WIB
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Pekalongan -

Setelah ditemukan satu kasus COVID-19 varian Omicron, kasus virus Corona Kota Pekalongan kembali meningkat. Namun, temuan baru itu belum dipastikan apakah termasuk jenis varian Omicron karena masih menunggu hasil uji di Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, kepada awak media mengungkapkan, hingga Kamis kemarin (27/01/2022), pihaknya mencatat ada temuan empat kasus COVID-19. Tiga kasus tanpa gejala dan satu kasus bergejala ringan.

"Ya, sudah ada empat yang terkonfirmasi positif (Corona), tetapi semuanya masih isolasi mandiri. Semuanya tanpa gejala, satu yang bergejala ringan," kata Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan, Jumat (28/1/2022).

Pihaknya belum bisa memastikan apakah keempatnya termasuk varian Omicron. Namun terkait kasus Omicron yang sebelumnya ditemukan, AAf mengatakan pasien tersebut sudah sembuh.

"Kalau itu masuk varian Omicron atau bukan kita belum tahu, karena hasil tesnya harus dibawa ke provinsi untuk mengetahui, kemarin sudah ada satu yang terkonfirmasi (Omicron), tetapi Alhamdulillah sudah sembuh, karena tidak ada gejala," jelas Aaf.

Aaf mengatakan, dua dari empat tersebut, bekerja di Tegal sedangkan dua orang lagi, terkontak dengan warga dari luar Kota Pekalongan.

"Ada dua warga Kota Pekalongan yang bekerja di Tegal, jadi dia mau naik kereta dites reaktif dan kemudian ke salah satu lab di kota Pekalongan, melakukan PCR, hasilnya positif juga, tetapi tanpa gejala," ungkapnya.

"Sedangkan yang lainya usai perjalanan dari Bandung dan menerima tamu dari luar kota," imbuh Aaf.

Karena tidak bergejala dan satu orang dengan gejala ringan, menurut Aaf, keempatnya kini masih menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat Dinas Kesehatan Kota Pekalongan. Pihaknya juga telah melakukan tracing ke pihak keluarga dan warga yang sempat berkontak langsung, namun hasilnya negatif.

Pihaknya sebelumnya, telah berupaya mengantisipasi adanya virus Corona yang masuk ke Kota Pekalongan. Namun baru dalam beberapa hari ini muncul kembali kasus Corona.

"Kemarin sudah beberapa bulan kita nol COVID, nol kasus, ini ada lagi, ini yang harus kita cegah bersama. Satu kemarin Omicron sudah sembuh, ini muncul empat kasus kembali walaupun tanpa gejala, tetap kita antisipasi," ucapnya.

Aaf, akan terus melakukan koordinasi dengan pemangku wilayah untuk memantau dan langsung menerima laporan jika ada tamu luar kota, agar selanjutnya dilakukan testing sebagai antisipasi masuknya Corona ke Kota Pekalongan.

"Saya sudah koordinasi dengan camat, Lurah, RW dan RT, ayo laporan kalau ada tamu dari luar kota untuk dilakukan testing, sebagai antisipasi masuknya virus kembali ke kota Pekalongan," ucapnya.

"Ya mudah-mudahanlah, masyarakat makin sadar untuk menjalankan prokes dan terus vaksin. Sejatinya kita telah menyiapkan PTM 100 persen ya, mudah-mudahan ini tidak terganggu," imbuh Aaf.

Ia menjelaskan untuk vaksin anak-anak di Kota Pekalongan, telah mencapai 79 persen.

"Buat warga, saya imbau untuk tetap menjaga kesehatan tetap menjaga protokol kesehatan dan yang belum vaksin ayo vaksin, karena varian ini (omicron), sudah masuk ke kota Pekalongan," kata Aaf.

Sebagai langkah antisipasinya, selain di RSUD Bendan, pihaknya juga telah menyiapkan gedung khusus untuk isolasi warga yang terkonfirmasi, yakni Gedung Diklat.

"Ya, Gedung Diklat, sudah kita siapkan, apabjla nanti kasusnya semakin melonjak. Saya berharap warga untuk bekerja sama mempersempit ruang gerak virus, agar tidak melonjak kembali di Kota Pekalongan," imbuh Aaf.



Simak Video "Pelonggaran Aturan Pakai Masker, Gibran: Tunggu Instruksi Gubernur"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)