Besok, Polda Jateng Periksa GW Terkait Aduan Kasus Perkosaan Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 16:03 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Ilustrasi. Foto: Zaki Alfarabi / detikcom
Boyolali -

Penyelidikan kasus pengaduan dugaan pemerkosaan seorang wanita dari Kabupaten Boyolali, R (28), terus bergulir. Besok pagi, Jumat (28/1/2022), Polda Jateng akan segera memintai keterangan GW, lelaki yang diadukan telah memperkosa R.

"Ya, sudah ada undangan klarifikasi. Besok pagi (Jumat) jam 9 di Polda Jateng," kata kuasa hukum GW, Tukinu, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/1/2022).

Tukinu menyatakan siap menghadirkan sekaligus mendampingi kliennya ke Mapolda Jateng. "Karena klien kami, sesuai dengan fakta di lapangan, itu memang tidak pernah memperlakukan apa yang dituduhkan oleh pengadu," ujar Tukinu.

Tukinu menambahkan, kliennya akan menceritakan atau memberikan keterangan sesuai yang dia lakukan, dia rasakan, dia alami kepada petugas di Mapolda Jateng.

Diberitakan sebelumnya, GW yang disebut melakukan pelecehan seksual kepada R (28), akhirnya buka suara. Melalui kuasa hukumnya, Tukinu, GW membantah jika telah terjadi pemerkosaan kepada R.

"Hubungan antara klien kami (GWS) dengan R di hotel di Bandungan itu didasari mau sama mau. Apakah itu suka sama suka, saya tidak tahu. Yang jelas mau sama mau, karena tidak adanya unsur kekerasan," kata Tukinu di kantornya, Selasa (25/1).

Keesokan harinya, R membantah tudingan dirinya mengarang cerita pemerkosaan. "Apa yang diomongkan di rilis (Polda Jateng) itu, itu semuanya tidak benar," kata R kepada wartawan, Rabu (26/1).

Sebelumnya, Senin (24/1), Dirreskrimum Polda Jawa Tengah Kombes Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, pelapor mengakui jika tidak ada paksaan dalam peristiwa yang menimpanya itu.

R menceritakan kronologi dari awal. Setelah suaminya ditangkap polisi karena terlibat kasus perjudian, dia didatangi oleh pria yang belum dia kenal. Pria itu mengaku sebagai anggota Polda.

Menurutnya, pria berinisial GW itu sempat menunjukkan sebuah kartu yang disebutnya sebagai Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun dia hanya bisa melihatnya sepintas. "Baca sekejap terus didelikne (dimasukkan) tas," jelasnya.

Simak keterangan R selengkapnya di tautan di bawah ini.



Simak Video "Perjalanan Kasus Herry Wirawan, Perkosa 13 Santri Lolos dari Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)