Tentang Kompleks Makam Soeharto, Astana Giribangun yang Penuh Makna

Tim detikcom - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 15:07 WIB
Cungkup Argosari Astana Giribangun, Karanganyar.
Cungkup Argosari Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar. (Foto: dok Disparpora Karanganyar)
Jogja -

Tepat 14 tahun yang lalu, Presiden kedua RI Soeharto atau Pak Harto meninggal dunia. Kini makamnya di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan wisata ziarah yang menyimpan banyak fakta menarik. Apa saja?

Dilansir dari website Kabupaten Karanganyar, Astana Giribangun berada di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih. Tak hanya Soeharto, tapi juga Tien Soeharto, serta keluarga dan kerabatnya dimakamkan di kompleks permakaman tersebut.

Kompleks permakaman Soeharto ini berada di 40 km arah timur Kota Solo.

Makam Soeharto Astana Giribangun Dibangun 1974

Astana Giribangun yang dibangun pada tahun 1974 dan diresmkan pada tahun 1967 ini terletak di bawah astana Mangadeg. Astana Mangadeg merupakan kompleks permakaman keluarga Pura Mangkunegaran. Di dalam Astana Mangadeg, terdapat makam Kanjeng Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Sri Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Samber Nyowo. Pada masa hidupnya, sang pangeran ini ialah seorang pendiri Praja Mangkunegaran, sebuah kadipatian tinggi di wilayah Jawa Tengah bagian timur.

Astara GiribangunAstana Giribangun (Foto: YouTube Titiek Soeharto)

Tien Soeharto dan Keluarga Mangkunegaran III

Astana Giribangun yang berada di bawah Astana Mangadeg menunjukkan arti masih terdapat garis keturunan antara Sri Hartinah atau Bu Tien Soeharto dengan keluarga Mangkunegaran III.

Kompleks permakaman Soeharto ini berada di atas bukit Ngaglik seluas kurang lebih 4,3 hektare. Gaya arsitektur di kompleks permakaman Soeharto ini bergaya Jawa yakni Joglo yang sangat kental. Selain itu, kompleks permakaman ini dipenuhi dengan pepohonan, sehingga suasananya tenang dan sejuk.

3 Cungkup di Kompleks Makam Soeharto

Terdapat tiga bagian cungkup di Astana Giribangun yakni Argosari, Argokembang, dan Argotuwuh. Satu bagian cungkup utama dan dua bagian cungkup lainnya merupakan calon makam yang diperuntukkan bagi keluarga dan para pengurus Yayasan Mangadeg.

Makam Soeharto: Cungkup Argosari

Cungkup Argosari merupakan cungkup utama di Astana Giribangun. Di cungkup inilah Soeharto beserta istrinya dimakamkan. Selain itu, terdapat juga makam kedua orang tua Tien Soeharto. Empat tiang utama di dalam Cungkup Argosari ini terbuat dari beton yang dihiasi dengan lapisan kayu ukiran asal Jepara. Selain itu, pada dasar tiang tersebut juga dihiasi dengan cincin-cincin yang terbuat dari logam berwarna emas. Sedangkan lantainya terbuat dari marmer buatan Tulungagung. Bangunan Joglo bergaya Solo ini berdindingkan kayu ukir dengan luas sekitar 81 meter persegi.

Setelah mengunjungi makam Soeharto dan Tien Soeharto, pengunjung juga dapat melanjutkan berziarah ke teras Cungkup Argosari. Teras seluas 243 meter persegi ini merupakan calon lokasi makam anak dan para menantu Soeharto. Sedangkan di selasar seluas 405 meter persegi merupakan calon makam para penasihat, pengurus harian, serta anggota pengurus Yayasan Mangadeg.

Jenazah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar dimakamkam di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.Jenazah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar dimakamkam di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah pada Januari 2021. (Foto: dok detikcom)

Makam Soeharto: Cungkup Argokembang

Selanjutnya pengunjung dapat melihat-lihat Cungkup Argokembang. Cungkup yang memiliki luas 567 meter persegi ini merupakan makam yang diperuntukkan kepada pengurus pleno, para pengurus seksi Yayasan Mangadeg, dan keluarga besar Mangkunegaran.

Makam Soeharto: Cungkup Argotuwuh

Kemudian tentang Cungkup Argotuwuh yang merupakan cungkup terluar. Area cungkup seluas 729 meter persegi ini juga merupakan calon makam bagi para pengurus Yayasan Mangadeg atau keluarga besar Mangkunegaran, sama seperti pada Cungkup Argokembang.

Untuk menuju makam Soeharto di Astana Giribangun, pengunjung harus melewati jalan berundak-undak yang berkelok-kelok dan menanjak. Selama perjalanan pengunjung disuguhi pemandangan pepohonan rindang dan udara yang segar.



Simak Video "Herannya Titiek Nama Soeharto Tak Ada di Keppres 1 Maret: Lucu Aja"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)