Omicron Merebak, Gibran Bikin Perayaan Imlek Sederhana

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Jumat, 21 Jan 2022 19:08 WIB
Asian Chinese Woman Wearing Cheongsam Traditional Red Dress Siting on Chair Fashion Posting Chinese New Year
Ilustrasi Imlek (Foto: Dok. iStock)
Solo -

Setelah dua tahun tak terselenggara gegara COVID-19, perayaan Imlek di Kota Solo tahun ini bakal kembali digelar. Pelaksanaannya dilakukan secara sederhana karena masih adanya virus Corona atau COVID-19 varian Omicron yang masih mengancam kesehatan masyarakat.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan tetap akan memasang lampion di sejumlah titik. Namun tak sebanyak biasanya.

"Jumlah lampion terbatas biar nggak ada kerumunan. Dua tahun kan nggak ada, kita adakan kembali tapi lebih sederhana. Tahun depan semoga bisa lebih meriah," kata Gibran di Balai Kota Solo, Jumat (21/1/2022).

Menurutnya, Satgas COVID-19 tetap akan memantau lokasi lampion agar tidak ada kerumunan. Sebab jika melihat perayaan Imlek sebelum pandemi, lokasi lampion menimbulkan kerumunan orang yang ingin berfoto.

"Diawasi sama satgas. Nggak ada event-event juga. Yang penting greget Imlek kelihatan," ujarnya.

Sementara itu, panitia Imlek Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan selain karena pandemi, persiapan Imlek pun cukup mepet sehingga tidak mungkin dilaksanakan dengan meriah.

"Waktu mepet, susah cari pendanaan, biasanya Oktober sudah mulai. Lampion yang dibeli juga nggak ada karena biasanya beli dari China 5.000, butuh berapa bulan itu. Mungkin nanti nggak ada 1.000 yang kita pasang. Lampion shio mungkin satu saja," kata Sumartono.

Biasanya, perayaan Imlek digelar selama beberapa pekan. Berbagai rangkaian kegiatannya antara lain Solo Imlek Festival, Grebeg Sudiro, ritual peribadatan, kegiatan sosial, hingga puncak acara malam pergantian tahun.

Namun kali ini, kata Sumartono, panitia hanya menggelar acara penutupan pada waktu Capgome, yakni 15 Februari 2022. Selain itu, ada 10 kelompok liong yang akan disebar di Kota Solo sebagai penolak bala.

"Tanggal 15 Februari Pendapi Gede ada penutupan. Sebelumnya kita datangkan 10 liong naga, kita sebar ke beberapa titik, kemudian balik ke Balai Kota melaporkan bahwa sudah melakukan tugas untuk tolak bala," tutupnya.



Simak Video "Harapan Gibran untuk detikJateng: Semoga Menyerap Aspirasi Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ahr)