Peluit panjang yang ditiup wasit di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026), malam, menjadi akhir dari tuntasnya laga PSM Makassar vs Persib Bandung. Namun, setelah laga berakhir, episode lain tersaji.
Suporter yang sebelumnya ada di tribune stadion, banyak yang melakukan pitch invasion alias menyerbu ke lapangan. Situasi ini terjadi setelah laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Persib itu ditutup sang pengadil lapangan.
Dikutip dari detikSulsel, Senin (18/5/206), suasana stadion seketika berubah mencekam. Pantauan di lokasi menunjukkan gelombang suporter merangsek masuk ke dalam lapangan hijau. Di tengah kepulan asap dari flare, petasan, hingga smoke bomb yang menyala dari tribun, perayaan kemenangan skuad 'Maung Bandung' terpaksa berakhir lebih cepat.
Melihat massa yang mulai tak terkendali dari arah tribun selatan, para pemain Persib langsung bergegas menyelamatkan diri menuju ruang ganti. Namun, ketegangan tak terhindarkan. Di tengah aksi kejar-kejaran itu, terlihat dua pemain Persib terkena tendangan dari oknum suporter saat mencoba keluar dari lapangan.
Belakangan diketahui, berdasarkan video yang beredar di media sosial, salah satu pemain yang terkena tendangan itu adalah sosok senior, Achmad Jufriyanto. Namun, selepas ditendang, pria yang akrab disapa Jupe itu langsung berlari ke lorong stadion menuju ruang ganti.
Kericuhan kian meluas saat jumlah massa yang turun ke lapangan terus meningkat. Tak hanya mengejar pemain, massa juga mulai melemparkan petasan dan menyasar area bench. Meski master of ceremony (MC) pertandingan berulang kali memberikan teguran melalui pengeras suara, aksi perusakan fasilitas dan serangan ke arah pintu keluar tetap berlanjut.
Di tengah kemelut tersebut, sebuah spanduk putih dengan tulisan hitam dibentangkan di depan bench PSM. Isinya merupakan kritik tajam yang ditujukan langsung kepada pihak manajemen klub.
Penjelasan Polisi
Menanggapi insiden kekerasan terhadap pemain Persib, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda memberikan penjelasan. Ia menilai aksi saling kejar tersebut kemungkinan hanyalah sebuah reaksi spontan.
(orb/orb)