Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 19 Mei 2026 dari mulai sesosok mayat berkepala plontos ditemukan tewas di aliran Sungai Citanduy Tasikmalaya hingga bocah berbaju putih di RSUD Palabuhanratu viral di media sosial (medsos).
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Mayat Pria Plontos di Sungai Citanduy
Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bebatuan sungai Citanduy sekitar Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, siang tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini polisi masih berusaha mengungkap identitas mayat yang sudah dalam kondisi membusuk itu. Namun untuk sementara ciri fisik yang bisa dikenali, mayat itu berjenis kelamin laki-laki dan mengenakan kaos oblong warna hitam. Ciri lainnya pria ini berkepala plontos.
Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh Mamat Rahmat, salah seorang warga yang hendak memancing. Lokasi mayat tersangkut bebatuan itu dekat dengan spot mancing.
"Awal datang sudah tercium bau busuk, disangka bangkai binatang. Tapi begitu jongkok persiapan mau mancing, saya melihat mayat itu," kata Mamat hari ini.
Setelah yakin itu tubuh manusia, Mamat urung memancing. Dia kembali ke kampung dan memberitahu Ketua RT setempat. "Langsung balik lagi, lapor ke Pak RT, ke Kelurahan," kata Mamat.
Setelah itu gegerlah seisi kampung. Kendati lokasi penemuan mayat cukup jauh dari permukiman dan harus menempuh medan curam, tapi warga tetap berdatangan untuk menuntaskan rasa penasaran.
Tak lama polisi dan petugas BPBD datang untuk melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah. Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman membenarkan temuan mayat pria tersebut.
"Ya sesosok mayat laki-laki, setelah berkoordinasi dengan kepolisian kami membantu melakukan evakuasi," kata Harisman.
Dia mengatakan proses evakuasi tak mudah karena lokasi harus melewati jalur yang curam. Proses evakuasi harus melibatkan belasan personil. Evakuasi juga harus menerapkan teknik vertical rescue. "Kalau jarak paling sekitar 500 meter, tapi curam lebih dari 45 derajat. Sehingga kami harus menggunakan teknik vertical rescue, jadi personil dibagi 3 tim," kata Harisman.
Kapolsek Cibeureum, AKP Iwan Sujarwo membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan saat ini jenazah sudah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.
"Betul ada informasi pihak Polsek bersama rekan anggota termasuk Koramil, BPBD, Inafis dan pamapta serta kelurahan turun langsung dan mengecek bahwa benar ada temu mayat. Untuk jenis kelamin tadi hasil pengecekan laki-laki dan jasad langsung di bawa ke rumah sakit," papar Iwan.
Menurut Iwan mayat tersebut diperkirakan sudah berada di sungai sekitar 2 atau 3 hari. Hal ini merujuk kepada kondisi mayat yang sudah membusuk.
"Perkiraan meninggal sudah 2 atau 3 hari. Medan menuju TKP luar biasa, cukup curam," kata Iwan.
Polisi tengah melakukan upaya identifikasi korban termasuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga segera melapor ke polisi.
"Saya juga mengimbau kepada masyarakat apabila ada kehilangan keluarga segera menghubungi Inafis Polres Tasikmalaya Kota," kata Iwan.
Wow! Total Denda Persib 5,9 M
Persib Bandung tak hanya memburu sejarah juara tiga kali beruntun di Super League 2025/2026. Di balik performa impresif Maung Bandung musim ini, ada konsekuensi mahal yang harus dibayar akibat rentetan sanksi disiplin.
Sepanjang musim 2025/2026, Persib dihujani denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI hingga Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Total nominal hukuman yang harus dibayar klub kebanggaan Bobotoh itu bahkan sudah menembus lebih dari Rp5 miliar.
Pelanggaran yang berujung sanksi pun beragam. Mulai dari kehadiran suporter di laga tandang, penyalaan flare dan petasan, pelemparan benda ke lapangan, invasi suporter, hingga kerusuhan dalam pertandingan kompetisi Asia.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan mengakui nominal denda yang harus ditanggung Persib musim ini sangat besar.
"Denda itu total kalau dari awal musim kita hitung-hitung tuh mungkin udah lebih dari Rp5 miliar," kata Adhitia saat diwawancarai hari ini.
Menurutnya, angka sebesar itu sebenarnya bisa digunakan Persib untuk melakukan pembenahan fasilitas latihan maupun stadion secara besar-besaran.
"Rp5 miliar itu biaya yang bisa digunakan untuk merapikan lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 cm, mengganti rumput dari dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp5 miliar cukup lah," ujarnya.
Namun, Adhit memilih menjadikan rentetan sanksi tersebut sebagai evaluasi bersama bagi seluruh elemen Persib, termasuk Bobotoh.
"Tapi ya sudahlah ya yang sudah terjadi terjadi," katanya.
Sepanjang musim ini, Persib memang menjadi salah satu klub yang paling sering menerima hukuman disiplin. Di level domestik, Komdis PSSI berulang kali menjatuhkan sanksi akibat perilaku suporter saat pertandingan kandang maupun tandang.
Sementara di kompetisi AFC Champions League Two, Persib beberapa kali menerima hukuman berat akibat flare, pelemparan benda, kerusuhan suporter, hingga pelanggaran keamanan stadion. Bahkan AFC menjatuhkan sanksi denda miliaran rupiah serta hukuman laga tanpa penonton.
β Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Cipali
Bus rombongan study tour dari SMPN 2 Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan beruntun di Tol Cipali KM 88, wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Kecelakaan melibatkan bus PO EJ 78 Trans bernomor polisi K-7064-OE, sebuah truk boks, dan truk tangki.
Bus yang mengangkut 35 pelajar kelas IX, dua guru pendamping, serta awak bus itu melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Saat tiba di lokasi kejadian, bus berada di lajur dua, truk boks di lajur satu, dan truk tangki di lajur tiga. Kepala Induk PJR Tol Cipali, Iptu Lutfi Medi Haryanto, mengatakan kecelakaan bermula saat truk boks tiba-tiba oleng dan berpindah ke lajur dua.
"Tiba-tiba truk boks oleng masuk ke lajur dua. Sopir bus kaget lalu membanting setir ke kiri, namun tabrakan dengan bagian belakang truk boks tidak dapat dihindari karena jarak kendaraan terlalu dekat. Setelah itu, truk boks menabrak truk tangki," ujar Lutfi kepada detikJabar hari ini.
Akibat benturan keras tersebut, bagian depan kiri bus mengalami kerusakan parah. Kernet bus yang berada di posisi tersebut terjepit badan kendaraan dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan dan sudah ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Subang. Korban meninggal dunia satu orang, yaitu kernet bus, sementara 10 penumpang termasuk sopir mengalami luka ringan," katanya.
Sementara itu, guru pendamping bernama Paizin yang turut mengalami luka ringan mengatakan rombongan berangkat menggunakan lima bus menuju Jakarta dan Bandung untuk kegiatan study tour. Ia menjelaskan, rombongan sempat beristirahat di rest area Brebes sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
"Bus kami berada di lajur dua. Di depan ada mobil boks di lajur satu dan truk tangki di lajur tiga. Tiba-tiba mobil boks berpindah ke lajur dua. Sopir bus terkejut dan berusaha menghindar, tetapi kendaraan tidak terkendali sehingga bus menabrak truk boks, lalu truk boks menabrak truk tangki," ujarnya saat ditemui di IGD RS Abdul Radjak Purwakarta.
Kecelakaan bus di Tol Cipali, Purwakarta Foto: Istimewa |
Empat bus lainnya telah melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Sementara pelajar yang mengalami luka ringan masih menjalani perawatan dan direncanakan menyusul kegiatan setelah kondisi pulih.
Bangkai bus dievakuasi ke tempat penyimpanan kendaraan kecelakaan di KM 92 Tol Cipali, wilayah Kalijati, Subang. Korban luka masih menjalani perawatan di IGD RS Abdul Radjak Purwakarta, sedangkan korban meninggal dunia berada di kamar jenazah rumah sakit tersebut. Korban meninggal diketahui bernama Daniel, kernet bus asal Semarang, Jawa Tengah.
Bocah Misterius Berbaju Putih di Lorong RSUD Palabuhanratu
Pihak manajemen RSUD Palabuhanratu akhirnya angkat bicara guna meluruskan spekulasi mistis yang telanjur menggelinding liar di jagat maya.
Hal ini merespons video viral berdurasi 22 detik yang memperlihatkan sesosok anak kecil berbaju putih tiba-tiba muncul mengekor rombongan pengunjung di lorong rumah sakit.
Video yang diunggah oleh pengunjung bernama Neng Uswatun Hasanah di beranda media sosialnya itu sebelumnya sempat memicu kehebohan.
Unggahan tersebut bahkan telah diserbu lebih dari 300 komentar, dibagikan ulang hingga 100 kali, dan disukai oleh lebih dari 600 warganet yang penasaran akan keaslian sosok tersebut.
Saat ditemui langsung di lokasi kejadian, Humas RSUD Palabuhanratu, Billy Agustian memberikan penjelasan rasional. Berdasarkan analisis manajemen rumah sakit, sosok yang terekam di akhir video tersebut diduga kuat merupakan anak dari salah satu keluarga penunggu pasien ruang Paviliun yang sedang berjalan-jalan.
"Jadi kalau dilihat, itu rombongan penengok baru datang, baru masuk mungkin ya, dari arah luar menuju ruang perawatan. Apabila dilihat dari lokasi pas munculnya anak kecil yang memakai baju putih itu, dia muncul dari arah selasar Paviliun," ujar Billy kepada detikJabar hari ini.
Billy memaparkan, dugaan tersebut diperkuat oleh faktor tata letak arsitektur bangunan di titik pengambilan video. Selasar terbuka beratap kanopi baja ringan dengan pilar bercat putih-hijau tersebut sebenarnya merupakan jalur utama yang menghubungkan bagian Farmasi (Apotek) menuju sejumlah ruang perawatan vital, mulai dari Ruang Pari, Lumba-Lumba, Marlin, hingga ICU.
Pantauan detikJabar bersama pihak Humas di lokasi menunjukkan secara jelas adanya persimpangan di antara selasar utama yang menyimpang langsung menuju ke area gedung Ruang Paviliun.
Billy menjelaskan bahwa Ruang Paviliun tersebut memiliki akses pintu di bagian belakang yang posisinya terhubung langsung dengan selasar utama tempat rombongan penengok melintas.
"Iya, jadi ruang Paviliun itu mempunyai pintu di belakang, yang arahnya untuk ke selasar utama yang di dalam. Terlihatnya (di video) memang keluar, keluar dari selasar (Paviliun)," tutur Billy sembari menunjukkan titik persimpangan lorong tersebut.
"Pintu belakang Paviliun itu untuk mempermudah akses tenaga medis atau keluarga pasien menuju area utama rumah sakit atau ruangan lainnya seperti farmasi " sambungnya.
Di sekitar area persimpangan itu sebenarnya terdapat sebuah gerbang besi yang mengarah ke luar lingkungan rumah sakit. Namun, Billy menegaskan bahwa gerbang tersebut selalu berada dalam kondisi terkunci rapat dan dijaga ketat.
Dengan terbukanya akses dari pintu belakang gedung Paviliun menuju selasar utama, pihak rumah sakit menyimpulkan sangat memungkinkan bagi anak-anak untuk melintas di sana.
Pihak RSUD Palabuhanratu pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengaitkan video dokumentasi tersebut dengan hal-hal gaib, karena besar kemungkinan sosok tersebut adalah anak dari penunggu pasien Paviliun yang sedang bermain keluar ruangan.
β Ulat di Menu MBG Tasikmalaya
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Kali ini, hidangan yang diduga bagian dari program MBG ditemukan berisi ulat di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya hari ini.
Dalam hidangan sayur tersebut ditemukan ulat dalam kondisi mati. Video temuan ulat ini menyebar luas hingga memicu keresahan dan membuat publik geram. Pasalnya, diakui kejadian ini bukan kali pertama, melainkan sudah berulang.
Dalam video terlihat hidangan berupa telur goreng, sayuran, dan buah. Ulat tampak berada di dalam oseng jagung muda.
"Kali ini ada di pelosok di Bojongkapol, Bojonggambir. Pada hari ini terjadi kejadian sangat memprihatinkan dimana sajian MBG ada uletnya. Bukan kejadian pertama, sebelumnya juga ada," kata Pengurus ICMI Kabupaten Tasikmalaya Roni Romansyah kepada detikJabar hari ini.
Baca juga: Heboh Temuan Ulat di Menu MBG Tasikmalaya |
Roni menyebut kejadian ini sangat memalukan di tengah gencarnya pemerintah menggelontorkan anggaran untuk program MBG. Pengelola SPPG diminta untuk serius dalam pengelolaan dapur penyedia makanan meski berada di wilayah pelosok.
"Jangan mentang dapurnya di pelosok pengelolaannya sembarangan, masakan tidak higienis. Ini kejadian bukan pertama tapi memang tidak terekspos saja," ujar Roni.
Roni menilai lemahnya pengawasan membuat kualitas makanan yang sampai ke penerima manfaat menjadi tidak layak konsumsi. Padahal, menurutnya, program ini langsung diinstruksikan presiden untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia.
"Dimana sampai saat ini presiden menggelontorkan program anak bangsa untuk songsong generasi emas ke depan, tapi pengelola di bawah ada dugaan asal-asalan dalam menyalurkan gizinya ke KPM," kata Roni.
Tak hanya mengecam, Roni juga mendesak aparat penegak hukum segera bertindak. Ia meminta agar dapur penyedia makanan yang diduga lalai segera diperiksa dan diproses hukum jika terbukti bersalah.
"Saya minta hari ini. Presiden sudah instruksi, dapurnya harus diaudit, perlu ke ranah hukum agar ada perbaikan," tegasnya.
Menurut Roni, momen ini harus menjadi titik balik agar pengelola MBG tidak merasa kebal hukum. "Kami meminta mumpung ada instruksi presiden, minta polisi untuk segera memeriksa kejadian ini. Mulai di Tasik untuk melakukan penegakan hukum. Penegakan yang di dapur ini momentum polisi bahwa daur MBG tidak kebal hukum," ujarnya.
Menanggapi video yang beredar di media sosial, Polsek Bojonggambir menyatakan tengah menelusuri kebenaran informasi tersebut. Petugas kini turun tangan menyelidiki kasus ini.
"Jadi memang kami akan telusuri informasi ini. Video yang beredar ada hidangan diduga MBG ada uletnya," kata Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya Ruby Azhara mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lapangan. "Terima kasih atas informasinya, kami akan menurunkan tim untuk menelusuri dan mendeteksi laporan ini, terutama SPPG yang diduga menyediakan hidangan ini," katanya singkat.
Simak Video "Video Bus Terguling di Tol Bolivia, 9 Orang Tewas dan 22 Luka-luka"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/dir)

