Kapolri: Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan 125 Orang

Kapolri: Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan 125 Orang

Tim detikJatim - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 19:34 WIB
kapolri konferensi pers
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: tangkap layar)
Surabaya -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan korban meningal akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang seluruhnya 125 orang. Ini berdasarkan data terbaru yang didapatkannya.

"Terverifikasi yang meninggal jumlahnya dari awal diinformasi 129. Data terakhir berdasarkan pengecekan dan verifikasi dengan dinkes jumlahnya 125 karena ada yang tercatat ganda," kata Listyo saat melakukan konferensi pers di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu malam (2/10/2022) dikutip dari detikjatim.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan bakal melakukan langkah lanjutan dengan tim DVI dan penyidik. Ia ingin kasus itu diinvestasi sampai tuntas.


"Dan nanti hasilnya kami sampaikan ke masyarakat," jelas Sigit.

Sejumlah langkah menurut Listyo juga telah dilakukan pihak kepolisian. Salah satunya melakukan pengumpulan data dari TKP.

"Yang jelas, kami akan serius dan mengusut tuntas dan ke depan terkait proses penyelenggaran dan pengamanan," lanjutnya.

Sementara sebelumnya, Wagub Jatim Emil Dardak sempat menyebut jumlah korban meninggal mencapai 174 orang akibat insiden itu. Hal itu mengacu pada data dari BPBD Jatim.

Namun, ia mendapat informasi dari Dinkes Malang jika jumlah korban jiwa 131 orang. Menurutnya, data korban jiwa yang valid adalah milik Dinkes Kabupaten dan Kota Malang.

"Betul, ini (data Dinkes Malang) lebih valid untuk sementara waktu," jelas Emil kepada detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Emil pun menjelaskan alasan adanya perbedaan tersebut. Yakni karena ada potensi data ganda.

"Tadi saya dikutip menyampaikan data BPBD, tapi setelah saya cek ada potensi data ganda atau double counting karena ada korban jiwa yang tidak teridentifikasi, maka bisa double entry dari sumber-sumber yang berbeda yang direkap BPBD," kata Emil.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Jatim melalui Emil menyampaikan bahwa ada 174 korban jiwa. Data tersebut diperbarui pada pukul 10.30 WIB.

"Data BPPD Jatim pada jam 09.30 tadi masih 158, tapi pas jam 10.30 tadi jadi 174," tutur Emil.

Kemudian, Emil menyebutkan ada data terbaru yang disampaikan Dinkes Malang. Rinciannya, 131 meninggal dunia, luka berat 31, dan luka ringan hingga sedang 253 orang.

Dalam keterangan tersebut juga disebutkan bahwa data masih akan diperbarui oleh RS, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan Kota Malang.


Untuk diketahui, tragedi terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. Kericuhan bermula saat para suporter menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Artikel ini telah tayang di detikjatim dengan judul Kapolri Nyatakan Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan 125 Orang dan Tragedi Kanjuruhan, Wagub Jatim Sebut Data Dinkes 131 Suporter Meninggal

(orb/orb)