Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Garut tapi pulang dengan tangan kosong. Garut memiliki beragam oleh-oleh khas yang cocok dijadikan buah tangan setelah liburan. Tak hanya dodol yang sudah melegenda, ada juga camilan tradisional hingga jajanan modern dengan perpaduan rasa unik.
Beberapa di antaranya bisa menjadi teman ngopi di rumah, mulai dari kudapan manis yang legit hingga camilan gurih dan renyah. Oleh-oleh ini juga bisa dibagikan kepada teman atau keluarga saat berkumpul sambil menikmati secangkir kopi.
Bagi detikers yang sedang mencari buah tangan dari Garut, berikut rekomendasi oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang untuk teman ngopi.
1. Dodol Picnic
Dodol Picnic merupakan salah satu merek dodol khas Garut yang sudah dikenal sejak 1949. Produk ini dibuat dari bahan pilihan dengan resep yang mempertahankan cita rasa dodol tradisional.
Dodol ini memiliki tekstur kenyal dan lembut dengan perpaduan rasa manis serta gurih. Bahan utamanya meliputi tepung ketan, santan kental, dan gula aren pilihan. Teksturnya yang legit membuat dodol cocok dinikmati sedikit demi sedikit sebagai pendamping kopi hitam.
Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah kemasan kotaknya yang ikonik. Dodol Picnic juga tersedia dalam beberapa ukuran sehingga bisa dipilih sesuai kebutuhan, baik untuk konsumsi sendiri maupun dibagikan kepada teman.
Kisaran harga yang bisa disiapkan adalah Rp30.000-Rp50.000 per kotak, tergantung berat mulai dari 200 gram hingga 500 gram.
Untuk ketahanan produk, perhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan dan petunjuk penyimpanannya. Daya simpan dapat berbeda menurut varian dan kondisi penyimpanan.
2. Chocodot
Kalau ingin membawa oleh-oleh dengan cita rasa lebih modern, Chocodot bisa menjadi pilihan. Produk ini memadukan dodol khas Garut dengan lapisan cokelat sehingga menghadirkan kombinasi tekstur kenyal dan rasa cokelat yang khas.
Chocodot tersedia dalam pilihan cokelat, seperti dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate. Perpaduan tersebut memberikan pengalaman berbeda dari dodol tradisional. Rasa cokelatnya juga bisa menjadi pasangan menarik untuk kopi, terutama bagi pencinta minuman dengan karakter rasa cokelat.
Keunikan lainnya terletak pada konsep kemasannya yang nyentrik. Beberapa produknya menggunakan kalimat jenaka, seperti "Cokelat Obat Stres", "Cokelat Enteng Jodoh", atau "Cokelat Cegah Alay". Nama dan kemasan tersebut membuatnya cocok dijadikan hadiah ringan untuk teman.
Kisaran harga Chocodot sekitar Rp10.000-Rp35.000 per kemasan, bergantung pada ukuran dan varian rasa.
3. Burayot
Burayot merupakan kue tradisional khas Garut yang dikenal berasal dari wilayah Leles. Kudapan ini terbuat dari tepung beras dan gula aren, kemudian digoreng hingga matang. Bentuknya yang berkerut dan menggantung menjadi salah satu ciri khasnya.
Nama burayot berkaitan dengan istilah Sunda ngaburayot, yang menggambarkan sesuatu yang menggantung. Bentuk tersebut muncul saat adonan diangkat dari minyak menggunakan sebatang bambu tipis sehingga bagian bawahnya tertarik dan membentuk kerutan unik.
Dari segi rasa, burayot menawarkan perpaduan manis gula aren dengan tekstur bagian luar yang sedikit renyah dan bagian dalam yang lembut. Cita rasa manisnya membuat kue ini cocok disantap bersama kopi pahit atau kopi tanpa tambahan gula.
Burayot bisa menjadi pilihan bagi detikers yang ingin membawa pulang camilan tradisional dengan bentuk khas. Kisaran harganya sekitar Rp25.000-Rp45.000 per kotak atau kotak mika, dengan isi 10-20 buah.
4. Dorokdok
Tak semua oleh-oleh harus bercita rasa manis, dorokdok bisa menjadi alternatif untuk pencinta camilan asin dan gurih. Kerupuk kulit khas Garut ini dibuat menggunakan kulit kerbau atau kulit sapi pilihan yang diolah melalui beberapa tahap.
Proses pembuatannya meliputi penjemuran, perebusan dengan bumbu rempah, hingga penggorengan sampai kerupuk mengembang dan renyah. Dorokdok yang dibuat tanpa campuran tepung memiliki karakter tekstur ringan dan garing.
Nama dorokdok sendiri dikenal sebagai tiruan bunyi kerupuk kulit ketika dikunyah, suara renyah "dorok-dok-dok" ini menjadi bagian dari ciri khas.
Untuk teman ngopi, dorokdok bisa dinikmati sebagai selingan di antara tegukan kopi. Rasanya yang gurih memberikan pilihan berbeda dari kudapan manis seperti dodol dan burayot.
Kisaran harga dorokdok sekitar Rp15.000-Rp40.000, mulai dari kemasan plastik kecil hingga bungkus berukuran besar.
5. Moring
Moring merupakan singkatan dari cimol kering. Camilan ini terbuat dari bahan dasar tepung tapioka atau aci yang diolah menjadi adonan padat, kemudian digulung, diiris tipis, dan digoreng hingga renyah.
Setelah matang, moring biasanya diberi tambahan bumbu bubuk dengan berbagai pilihan rasa, seperti keju, asin, pedas jeruk purut, dan balado. Irisannya yang tipis membuat bumbu mudah menempel pada permukaan camilan.
Berbeda dari keripik singkong atau kentang, moring memiliki tekstur khas berbahan aci yang renyah dan padat. Camilan ini cocok disajikan saat berkumpul bersama teman sambil menikmati kopi, terutama bagi pencinta kudapan gurih dengan sensasi pedas.
Kisaran harga moring cukup terjangkau, yakni Rp10.000-Rp25.000 per bungkus, ukuran kemasan dan pilihan rasa bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Tempat Berburu Oleh-oleh Khas Garut
Detikers yang ingin membeli beberapa jenis oleh-oleh sekaligus bisa mendatangi pusat oleh-oleh di Garut, seperti gerai resmi Chocodot di Jalan Otista dan SBR 3 Pusat Oleh-oleh Garut.
Sebelum membeli, periksa kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk penyimpanan, terutama jika oleh-oleh akan dibawa dalam perjalanan cukup lama.
Itulah lima oleh-oleh khas Garut yang bisa dibawa pulang dan menjadi pilihan untuk menemani waktu santai bersama secangkir kopi.
(sud/sud)