Rekam Jejak Kriminal Preman Kahot Garut Dadang 'Buaya'

Rekam Jejak Kriminal Preman Kahot Garut Dadang 'Buaya'

Hakim Ghani - detikJabar
Senin, 30 Mar 2026 11:00 WIB

Garut - Preman Garut Dadang Sumarna alias Dadang 'Buaya' kembali berulah. Kali ini, pria berumur 53 tahun itu harus berurusan dengan polisi setelah menganiaya 3 orang.

Jejak Kriminal Dadang 'Buaya'
Dadang 'Buaya' merupakan pria yang lahir di Garut, 20 April tahun 1972. Dia dikenal sebagai preman yang sangar, karena konon kabarnya memiliki ilmu kebal. Sedangkan menurut pengakuannya kepada awak media di tahun 2023, julukan 'buaya' yang tersemat di balik namanya merupakan pemberian teman-temannya dulu, karena Dadang dianggap jago saat menangkap ikan sembari menyelam di laut.
Jejak Kriminal Dadang 'Buaya'
Dikutip dari laman SIPP Pengadilan Negeri Garut, sebelum kembali masuk penjara di tahun 2026 ini, Dadang 'Buaya' tercatat sudah tiga kali dihukum bui. Tindak kejahatan yang dia lakukan untuk pertama kali, terjadi di tahun 2015. Saat itu, Dadang 'Buaya' bersama dua orang rekannya menganiaya seorang warga bernama Mubin saat sedang mabuk di sebuah kafe di kawasan Pantai Sayang Heulang.
Jejak Kriminal Dadang 'Buaya'
Enam tahun kemudian, tepatnya di tahun 2021, Dadang 'Buaya' kembali berulah. Kali ini, dia dan anak buahnya menyerang kantor Koramil dan Polsek Pameungpeuk, untuk mencari personel TNI bernama Saprudin dan seorang polisi bernama Bedi Jubaedi. Aksi itu bermula dari cekcok antara Dadang 'Buaya' dengan rekan Saprudin bernama Jaka gegara senggolan di jalan.
Jejak Kriminal Dadang 'Buaya'
Enam tahun kemudian, tepatnya di tahun 2021, Dadang 'Buaya' kembali berulah. Kali ini, dia dan anak buahnya menyerang kantor Koramil dan Polsek Pameungpeuk, untuk mencari personel TNI bernama Saprudin dan seorang polisi bernama Bedi Jubaedi. Aksi itu bermula dari cekcok antara Dadang 'Buaya' dengan rekan Saprudin bernama Jaka gegara senggolan di jalan.
Jejak Kriminal Dadang 'Buaya'
Enam tahun kemudian, tepatnya di tahun 2021, Dadang 'Buaya' kembali berulah. Kali ini, dia dan anak buahnya menyerang kantor Koramil dan Polsek Pameungpeuk, untuk mencari personel TNI bernama Saprudin dan seorang polisi bernama Bedi Jubaedi. Aksi itu bermula dari cekcok antara Dadang 'Buaya' dengan rekan Saprudin bernama Jaka gegara senggolan di jalan.
Rekam Jejak Kriminal Preman Kahot Garut Dadang Buaya
Rekam Jejak Kriminal Preman Kahot Garut Dadang Buaya
Rekam Jejak Kriminal Preman Kahot Garut Dadang Buaya
Rekam Jejak Kriminal Preman Kahot Garut Dadang Buaya
Rekam Jejak Kriminal Preman Kahot Garut Dadang Buaya
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads