Ada satu makanan khas yang melegenda di Kabupaten Garut. Makanan manis nan legit ini cocok dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang hendak kembali ke daerah asal pada momen Lebaran Idul Fitri 2026 ini.
Nama makanan ini tergolong unik, yakni burayot. Nama tersebut berasal dari bahasa Sunda, "ngaburayot", yang berarti bergelantungan. Hal itu merujuk pada tampilan fisik kue yang tampak menggantung dan berkerut di bagian bawahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kue ini terbuat dari adonan tepung beras, gula merah, dan gula pasir. Proses pembuatannya dilakukan dengan cara digoreng. Setelah adonan tepung beras dan gula menyatu sempurna, burayot kemudian digoreng di dalam minyak panas selama beberapa menit.
Keunikan proses pembuatannya terletak saat adonan yang sedang digoreng ditusuk menggunakan cocolok atau tusukan dari kayu pada bagian atasnya. Teknik ini membuat adonan tertarik ke atas sehingga kue terlihat bergelantungan.
Cara membuat burayot, makanan tradisional khas Garut. (Foto: Hakim Ghani/detikJabar) |
Burayot banyak dijajakan pedagang lokal di sepanjang jalur masuk-keluar Garut dari arah kawasan Bandung. Salah satu merek burayot terkenal asal Garut saat ini adalah Burayot Simadu.
Seporsi makanan manis nan legit khas Garut ini dibanderol dengan harga Rp 20 ribu saja. Sangat cocok untuk dijadikan buah tangan bagi Anda yang hendak pulang ke daerah asal di momen libur panjang ini, karena mampu bertahan dalam beberapa hari meskipun tanpa bahan pengawet.
Di Kabupaten Garut, cara khas menyantap burayot adalah saat masih hangat dengan ditemani segelas kopi pahit atau teh panas.
"Seporsi isi 10 harganya Rp 20 ribu. Alhamdulillah kalau lagi Lebaran seperti ini bisa lebih dari seribu terjual," kata Erna (40), pedagang burayot di kawasan Tarogong Garut.
Cara membuat burayot, makanan tradisional khas Garut. (Foto: Hakim Ghani/detikJabar) |
Sejarah Burayot
Berdasarkan data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, burayot merupakan salah satu warisan budaya dari Kabupaten Garut.
Meskipun diyakini telah eksis sejak lama, tidak diketahui secara pasti kapan burayot pertama kali diciptakan dan siapa sosok yang pertama kali membuatnya.
Namun, seperti dikutip detikJabar dari laman kikomunal-indonesia.dgip.go.id, berdasarkan cerita rakyat, burayot adalah kue tradisional yang diwariskan turun-temurun dan diadaptasi dari cerita rakyat asli daerah Sarkanjut (sekarang masuk Kecamatan Leuwigoong), Garut.
"Pada awalnya, burayot dibuat oleh Nyimas Pugerwangi yang merupakan istri dari Prabu Kiansantang, untuk memperingati peristiwa sunatan yang ada di daerah Salam Nunggal. Maka dibuatlah makanan yang menyerupai bentuk kanjut (alat kelamin laki-laki) yang kemudian diberi nama burayot," katanya.
Di Kabupaten Garut, burayot saat ini sangat populer sebagai makanan khas dari wilayah Kecamatan Leles dan Kadungora. Burayot menjadi salah satu kuliner tradisional legendaris dari Kota Intan, bersanding dengan bakso aci, dorokdok, dan tentunya dodol Garut.
(orb/orb)


