Hari Bubur Sedunia: Berburu 5 Bubur Legendaris di Bandung, Ini Pilihannya

Zaenab Nurhabibah - detikJabar
Sabtu, 10 Okt 2026 09:30 WIB
Bubur Ayam Mang H Oyo. Foto: dok. detikFood
Bandung -

Hari Bubur Sedunia (World Porridge Day) diperingati setiap 10 Oktober. Momen ini menjadi alasan tepat untuk menikmati semangkuk bubur hangat, termasuk berburu bubur ayam legendaris di Kota Bandung yang terkenal dengan racikan gurih dan topping beragam.

Menurut organisasi kemanusiaan Mary's Meals, peringatan ini juga menjadi sarana untuk menggalang dukungan bagi program penyediaan makanan bagi anak-anak yang mengalami kelaparan, salah satunya melalui sajian bubur bergizi yang diberikan kepada anak-anak di sejumlah negara.

Di Indonesia, Hari Bubur Sedunia memang bukan hari libur nasional. Namun, peringatan ini bisa menjadi momentum untuk mengenal beragam sajian bubur, termasuk bubur ayam khas Bandung yang punya ciri khas tersendiri.

Jika detikers sedang mencari menu sarapan yang mengenyangkan, sejumlah tempat makan bubur legendaris di Bandung berikut bisa menjadi pilihan!

1. Bubur Ayam Mang H Oyo Pusat

Bagi pencinta bubur bertekstur kental, Bubur Ayam Mang H Oyo adalah pilihan utama. Tempat makan ini dikenal dengan racikan buburnya yang padat, gurih, dan berbeda dari bubur ayam pada umumnya yang cenderung encer.

Bahkan, teksturnya kerap dijuluki "anti-gravity" karena bubur polosnya terkenal tidak mudah tumpah saat mangkuk dibalik. Untuk pelengkap, pengunjung bisa memilih aneka topping seperti suwiran ayam, cakwe, ati ampela, hingga kulit ayam.

Bubur Mang H. Oyo telah dikenal sejak sekitar 1970-an. Racikannya menjadi salah satu contoh bubur ayam khas Bandung yang mengandalkan rasa gurih dan tekstur kental tanpa harus menggunakan kuah kuning.

  • Lokasi: Jl. Sultan Tirtayasa No. 49B, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
  • Jam buka: Sekitar pukul 06.00 WIB hingga habis (jam operasional dapat berubah).
  • Harga: Mulai Rp15.000 per porsi, bergantung pilihan dan tambahan topping.

2. Bubur Ayam H Amid

Bubur Ayam H Amid juga termasuk kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berburu sarapan di Bandung. Usaha ini dirintis sejak 1978, bermula dari gerobak keliling sebelum akhirnya memiliki tempat berjualan tetap.

Buburnya dikenal gurih dengan tekstur cukup kental dan porsi yang mengenyangkan, dilengkapi suwiran ayam, cakwe, dan seledri. Pengunjung juga bisa menambahkan topping sesuai selera.

Lokasinya di kawasan Pajajaran membuat tempat makan ini mudah dimasukkan ke agenda kuliner pagi. Bagi detikers yang ingin sarapan sebelum melanjutkan aktivitas, Bubur Ayam H. Amid adalah pilihan tepat.

  • Lokasi: Jl. Pajajaran No. 105, Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.
  • Jam buka: Sekitar pukul 06.00-22.00 WIB (sebaiknya konfirmasi sebelum datang).
  • Harga: Sekitar Rp25.000-Rp50.000 per orang.

3. Bubur Ayam Bejo Kosambi

Ingin sarapan bubur tanpa harus bangun terlalu pagi? Bubur Ayam Bejo di kawasan Kosambi bisa menjadi pilihan karena dikenal melayani pelanggan hingga malam dan dini hari.

Bubur Bejo yang sudah berjualan sejak 1978 ini memiliki ciri khas rasa gurih yang tidak terlalu mencolok, disajikan bersama suwiran ayam, telur, dan cakwe. Berbeda dari beberapa jenis bubur ayam lain, sajian ini tidak mengandalkan kuah kuning sebagai pelengkap utama.

Tempat ini cocok bagi detikers yang menyukai bubur ayam tradisional dengan rasa sederhana. Karena buka sepanjang hari, Bubur Bejo menjadi alternatif bagi pencinta bubur yang ingin makan di luar jam sarapan.

  • Lokasi: Jl. Ahmad Yani No. 221-223, kawasan Pasar Kosambi, Kota Bandung.
  • Jam buka: Dikenal buka 24 jam (jadwal dapat berubah pada hari tertentu).
  • Harga: Sekitar Rp15.000-Rp25.000 per porsi.

4. Bubur Ayam Pelana

Bagi detikers yang kurang menyukai bubur terlalu kental, Bubur Ayam Pelana patut dicoba. Tempat makan ini dikenal dengan tekstur bubur yang lebih encer serta aroma kaldu ayam yang kuat.

Keistimewaannya terletak pada cara pengolahan bubur menggunakan air rebusan ayam sebagai kaldu. Hasilnya, rasa gurih menyatu dengan tekstur bubur yang lembut. Racikan ini dipertahankan secara turun-temurun sejak pertengahan 1980-an.

Karena biasanya berjualan pada pagi hari hingga persediaan habis, pengunjung sebaiknya datang lebih awal agar tidak kehabisan.

  • Lokasi: Jl. Emong No. 44, kawasan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
  • Jam buka: Sekitar pukul 06.00-10.00 WIB atau sampai habis.
  • Harga: Mulai sekitar Rp15.000 per porsi, dengan tambahan biaya untuk topping tertentu.

5. Bubur Ayam Alkateri

Terakhir, ada Bubur Ayam Alkateri yang berada di kawasan Braga sejak 1978. Lokasinya cocok disinggahi detikers yang ingin sarapan sebelum berjalan-jalan menikmati suasana pusat kota Bandung.

Bubur ayam ini dikenal dengan sajian berkuah kuning yang dipadukan bersama suwiran ayam, cakwe, seledri, kecap manis, lada, dan bawang goreng. Kuah gurihnya memberikan karakter berbeda dibandingkan bubur Bandung yang umumnya lebih kental dan disajikan tanpa kuah kuning.

Dengan racikan sederhana dan harga yang relatif terjangkau, tempat ini bisa menjadi alternatif bagi pencinta bubur ayam tradisional.

  • Lokasi: Jl. Alkateri No. 7, kawasan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.
  • Jam buka: Sekitar pukul 06.00-11.00 WIB.
  • Harga: Sekitar Rp7.000-Rp25.000 per porsi, bergantung menu dan tambahan yang dipilih.
  • Catatan: Jam buka dan harga dapat berubah, sehingga sebaiknya dikonfirmasi langsung sebelum berkunjung.

Jadi, detikers tertarik mencoba bubur legendaris yang mana lebih dulu?




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork