Kuliner pedas terus mengalami perkembangan dengan hadirnya Mala Bowl, hidangan khas Tiongkok yang digandrungi kalangan anak muda, khususnya Gen Z. Di kawasan 23 Paskal Hypersquare, Mala Bowl menjadi salah satu menu yang ramai dicoba, tidak hanya karena cita rasanya yang unik, tetapi juga karena popularitasnya di media sosial.
Bukan sekadar makanan, Mala Bowl telah bertransformasi menjadi representasi gaya hidup anak muda. Pengunjung bebas memilih puluhan jenis topping dengan kisaran harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp5.000 hingga Rp12.000 per topping.
Bagi sebagian orang, mencoba makanan baru bukan lagi soal lapar, melainkan soal menjawab rasa penasaran yang dipicu oleh media sosial. Nadia Agustini (19), pengunjung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di gerai Mala Bowl 23 Paskal, mengaku teracuni oleh konten yang berseliweran di media sosial miliknya.
"Karena aku sendiri, aku penasaran sih karena lihat dari TikTok juga kan selalu lewat FYP. Jadi aku tertarik buat makannya, buat nyobanya," ujar Nadia saat berbincang dengan detikJabar.
Pengalaman pertama Nadia mencicipi Mala Bowl langsung memberikan kesan yang berbeda. Ia menggambarkan sensasi rasa yang muncul sebagai perpaduan pedas dan kebas di lidah, meskipun ia memilih level pedas paling rendah, yaitu level 1.
Selain itu, Nadia melihat tren Mala Bowl berpotensi bertahan lama. Ia menilai banyak orang akan terus tertarik mencoba karena keunikan rasa yang masih bisa dinikmati dan pengalaman baru yang ditawarkan.
"Karena aku sebagai orang yang suka pedas tapi nggak terlalu pedas banget, menurut aku ini enak gitu buat dinikmatin," tambahnya.
Hal serupa juga dirasakan Bila (21), pengunjung lain yang baru pertama kali mencoba Mala Bowl di lokasi yang sama. Ia datang karena penasaran setelah melihat makanan ini di media sosial, sekaligus mengajak temannya.
"Penasaran sih soalnya sering lewat FYP tiktok aku, terus juga sekalian ini main sama temen, ternyata temen aku juga pengen coba," ungkap Bila saat ditemui oleh detikJabar.
Berbeda dengan Nadia, Bila mengaku sudah familiar dengan cita rasa mala dari makanan lain, sehingga tidak terlalu terkejut saat mencobanya dalam bentuk Mala Bowl. Bahkan, ia berani memesan level 4 dan langsung menyukai rasa khas tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa Mala Bowl cocok dijadikan menu saat berkumpul bersama teman. Untuk topping favorit, Bila memilih tofu roll dan dumpling sebagai pelengkap wajib dalam semangkuk Mala Bowl.
"Menurut aku ya karena rasanya enak, sesuai banget sama selera anak-anak sekarang kayak Gen Z banget lah gitu rasanya tuh, terus juga ini harganya kebilang murah," jelas Bila.
Banyak yang mempertanyakan apakah Mala Bowl hanya akan menjadi makanan musiman yang hilang saat trennya meredup. Namun, baik Nadia maupun Bila optimistis bahwa kuliner ini memiliki napas panjang.
Nadia melihat mala sebagai alternatif yang lebih segar jika dibandingkan dengan makanan pedas lokal yang sudah ada.
"Kalau mala bowl itu kan bukan makan khas Indonesia juga kan, jadi kalau aku lebih prepare ke makanan pedas yang dari Indonesia kayak seblak," kata Nadia.
Bila pun sepakat. Baginya, Mala Bowl menawarkan nuansa pedas modern. Jika seblak identik dengan jajanan tradisional, Mala Bowl hadir dengan kesan yang lebih kekinian dan porsi besar.
"Kayaknya sih bakal tahan lama ya kak, soalnya emang rasanya tuh sesuai banget sama selera kita yang suka makanan pedas segar gitu," tutur Bila.
Bagi Gen Z, hidangan Mala Bowl yang ditata cantik dalam mangkuk besar menjadi objek foto yang instagramable. Bila mengakui bahwa berkunjung ke sini memenuhi dua kebutuhan sekaligus, yaitu perut kenyang dan konten media sosial.
"dua-duanya sih kak, soalnya emang buat kebutuhan story juga cocok tapi sekaligus nantang kepedasan kita," kata Bila.
Baca juga: 5 Kuliner Ikonik Majalengka Selain Jalakotek |
Nadia pun melihat fenomena ini sebagai bagian dari evolusi selera generasinya yang selalu haus akan hal-hal baru. Untuk pilihan topping, Nadia memiliki preferensi sederhana namun klasik, yakni daging sapi dan mi.
"Kayaknya buat Gen Z yang suka pedas terus pengen coba makanan baru, kayaknya buat jadiin referensi makanan baru gitu oke," tutup Nadia.
Dengan sensasi pedas yang unik, pilihan topping beragam, serta tampilan yang menarik, Mala Bowl tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi juga bagian dari gaya hidup Gen Z yang gemar mengeksplorasi kuliner baru sambil berbagi pengalaman.
(orb/orb)