7 Makanan yang Wajib Dicoba Jika Singgah di Tasikmalaya

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Jumat, 20 Mar 2026 07:00 WIB
Kupat Tahu Mangunreja, salah satu kuliner legendaris di Tasikmalaya. (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Bandung -

Selain sebagai kota bersejarah, masyarakat Tasikmalaya memiliki cita rasa tinggi soal kuliner. Hitung saja, berapa banyak makanan dari Tasikmalaya yang tersohor hingga ke berbagai daerah.

Kupat Tahu dari Singaparna, misalnya, tidak hanya bisa dinikmati di Singaparna, sebuah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, melainkan banyak pedagang kupat tahu ini yang merambah ke mana-mana, membuka lapak di berbagai daerah termasuk Sumedang dan Bandung.

Di musim libur Lebaran, jika kebetulan melintas ke wilayah ini, cobalah untuk mampir menikmati kuliner-kuliner yang dijajakan warga di situ. Legenda kupat tahu Singaparna dengan jenama Kupat Tahu Mangunreja adalah salah satu tempat yang bisa disinggahi.

Selain kupat, ada banyak kuliner khas Tasikmalaya lainnya yang bisa dicicipi bahkan dijadikan oleh-oleh. Apa saja kuliner itu? Simak yuk!

7 Makanan Khas Tasikmalaya yang Legendaris

1. Comet

Comet merupakan salah satu makanan tradisional khas Tasikmalaya yang cukup populer di kalangan masyarakat. Makanan ini terbuat dari bahan dasar singkong dan oncom, dengan bentuk menyerupai keripik yang memiliki tekstur renyah serta rasa gurih dengan aroma khas rempah seperti bawang dan cikur (kencur).

Nama comet berasal dari istilah oncom saemet, yang berarti oncom dalam jumlah sedikit. Penamaan tersebut merujuk pada bentuk makanan yang memiliki topping oncom di bagian tengahnya.

Dikutip dari studi berjudul "Analisis Nama Makanan Tradisional Khas Tasikmalaya Menggunakan Teori Semantik Deskriptif" dalam Journal of Humanities and Social Studies Vol. 1, No. 3 (November 2023), dikatakan proses pembuatan comet dimulai dengan memarut singkong, kemudian mencampurnya dengan berbagai bumbu seperti bawang putih, kencur, gula, penyedap rasa, dan cabai rawit.

Adonan tersebut kemudian dibentuk pipih, diberi topping oncom di bagian tengah, lalu digoreng hingga berwarna kecokelatan. Hasilnya adalah camilan yang renyah dan gurih, sehingga dikenal sebagai makanan ringan yang 'kriuk-kriuk' di masyarakat Tasikmalaya.

Kudapan ini bisa didapat di sentra oleh-oleh khas Tasikmalaya, di antaranya di sepanjang Jalan RE Martadinata dan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kawalu. Harganya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000 per bungkus.

2. Tutug Oncom

Tutug oncom merupakan makanan khas Tasikmalaya yang dibuat dari campuran nasi dan oncom. Hidangan ini memiliki cita rasa gurih, asin, pulen, serta sedikit pedas yang menjadi ciri khasnya.

Secara etimologis, istilah tutug oncom berasal dari bahasa Sunda, yaitu nasi sebagai makanan pokok, tutug yang berarti ditumbuk atau dicampur, dan oncom sebagai bahan makanan hasil fermentasi.

Dalam proses pembuatannya, oncom ditumbuk lalu dimasak dan setelahnya dicampurkan dengan nasi sehingga menghasilkan rasa yang khas. Makanan ini dipercaya sudah ada sejak sekitar tahun 1940-an.

Kocap tercerita, makanan ini tercipta ketika masyarakat mengalami masa kesulitan ekonomi. Sebagai upaya bertahan hidup, mereka mencampur nasi dan bahan lain agar makanan terlihat lebih banyak.

Nasi ini banyak dijajakan pedagang kaki lima di Tasikmalaya bahkan disajikan di rumah makan. Harga untuk nasinya sendiri terjangkau, berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000. Namun, harga satu porsi nasi tutug oncom disesuaikan dengan lauk pilihan pembeli. Semakin 'mewah', semakin ada harganya.

3. Citruk

Citruk merupakan salah satu camilan tradisional dari Tasikmalaya yang terbuat dari bahan dasar tepung, khususnya tepung tapioka. Makanan ini berbentuk bulat pipih dengan tekstur renyah dan rasa gurih. Seiring perkembangan waktu, citruk kini memiliki berbagai varian rasa, seperti original, keju, dan pedas.

Nama citruk berasal dari gabungan kata aci yang berarti tepung tapioka dan ngagetruk yang merujuk pada tekstur keras dan renyah saat digigit. Suara gemelutuk itu menghasilkan nama 'Citruk'.

Proses pembuatannya dilakukan dengan mencampur tepung kanji dengan bumbu dan rempah, kemudian adonan dibentuk bulat pipih dan digoreng hingga matang. Setelah itu, citruk dapat ditambahkan bumbu sesuai selera.

Citruk adalah camilan yang umum didapati di Tasikmalaya. Kudapan ini cocok untuk dijadikan oleh-oleh perjalanan, harganya berkisar Rp45.000 per kemasan 1 kg.

4. Godeblag

Godeblag merupakan makanan khas Tasikmalaya yang terbuat dari bahan dasar singkong atau ketela pohon. Nama godeblag sendiri merujuk pada penggunaan singkong sebagai bahan utama dalam pembuatannya. Bentuknya mirip-mirip opak atau kecimpring namun cukup tebal jika dibandingkan kecimpring.

Cita rasa asin, gurih, dan tekstur renyah dari camilan ini disukai masyarakat. Karena itu, Godeblag amat populer di kota santri ini. Di sisi lain, singkong sebagai bahan baku juga mudah didapat di sini.

Proses pembuatannya dimulai dengan memarut singkong yang telah dibersihkan, kemudian mencampurnya dengan bahan lain seperti bawang putih, kencur, garam, dan penyedap rasa.

Adonan tersebut kemudian digoreng dalam minyak panas hingga kedua sisinya berwarna kecokelatan. Setelah matang, makanan diangkat dan ditiriskan. Godeblag biasanya dapat ditemukan di pasar-pasar di Tasikmalaya. Harganya sekitar Rp28.000 per bungkus untuk yang matang.




(orb/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork