Daunnya hijau pekat-orang Sunda menyebutnya hejo ngagedod. Bentuknya lonjong dengan ujung meruncing. Tanaman ini biasa tumbuh di pekarangan dan mudah dikenali karena permukaan daunnya yang mengilat, berbeda dengan rumput liar pada umumnya.
Inilah Sambiloto (Andrographis paniculata), tanaman yang tersohor sebagai 'Raja Pahit' di dunia herbal. Jangankan dikunyah, sekadar digigit hingga terkena lidah saja, rasa pahitnya akan langsung melekat kuat di indra pengecap.
Namun, di balik rasanya yang menantang, tanaman ini menyimpan segudang khasiat medis yang telah didukung oleh berbagai penelitian kesehatan modern.
Merujuk studi Riska Priyani dalam e-jurnal Malahayati berjudul "Review: Manfaat Tanaman Sambiloto Terhadap Sistem Imun Tubuh", salah satu keunggulan utama sambiloto adalah fungsinya sebagai imunomodulator.
"Imunomodulator merupakan senyawa yang mengubah aktivitas sistem imun melalui dinamisasi regulasi sel-sel imun seperti sitokin (Spelman et al., 2006). Cara kerjanya adalah mengembalikan fungsi imun yang terganggu (imunorestorasi), memperbaiki fungsi sistem imun (imunostimulasi), dan menekan respons imun yang berlebihan (imunosupresi)," tulis studi tersebut.
Memahami manfaat dan cara mengolah sambiloto adalah langkah awal yang tepat bagi Anda yang mencari solusi alami untuk memperkuat daya tahan tubuh. Simak 10 manfaat daun sambiloto untuk kesehatan berikut ini:
1. Menurunkan Demam Secara Alami
Sambiloto memiliki efek antipiretik yang membantu mendinginkan suhu tubuh saat demam atau flu. Secara etimologi, 'antipiretik' berasal dari bahasa Yunani, anti (melawan) dan pyretos (panas/demam). Di dalam otak, manusia memiliki 'termostat' alami bernama hipotalamus. Saat infeksi menyerang, tubuh memproduksi prostaglandin yang memicu hipotalamus menaikkan suhu tubuh. Sambiloto bekerja menghambat produksi prostaglandin tersebut, sehingga suhu tubuh kembali normal.
2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Tanaman ini merangsang produksi sel darah putih, membuat tubuh lebih tangguh melawan serangan virus dan bakteri. Sel darah putih adalah 'tentara' utama dalam sistem kekebalan tubuh. Saat virus masuk, sel darah putih khusus yang disebut makrofag akan berpatroli, mengenali protein asing, dan memberikan sinyal bahaya ke seluruh sistem imun.
3. Meredakan Flu dan Batuk
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sambiloto dapat mengurangi keparahan pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan hidung tersumbat. Sambiloto bekerja sebagai ekspektoran alami yang membantu mengencerkan lendir di saluran pernapasan sehingga lebih mudah dikeluarkan dan tenggorokan terasa lega.
4. Mengontrol Gula Darah
Bagi penderita diabetes tipe 2, sambiloto membantu meningkatkan penyerapan glukosa dalam darah. Zat aktif andrographolide berperan meningkatkan ekspresi glucose transporter (GLUT4), yakni 'pintu' pada sel otot yang menyerap gula darah untuk diubah menjadi energi. Terbukanya 'pintu' ini secara otomatis menurunkan kadar gula dalam aliran darah.
5. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Meski pahit, sambiloto memberikan efek relaksasi pada pembuluh darah. Hal ini membantu melancarkan aliran darah dan membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
(iqk/iqk)