Olahraga Disebut Punya Efek Mirip Terapi untuk Gejala Depresi

Tim detikEdu - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 07:30 WIB
Ilustrasi olahraga (Foto: Freepik)
Bandung -

Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran tubuh. Aktivitas fisik juga bisa menjadi salah satu cara untuk membantu orang yang mengalami gejala depresi.

Dilansir detikEdu, Temuan terbaru dari Cochrane menunjukkan olahraga secara rutin dapat membantu mengurangi gejala depresi. Efeknya dalam sejumlah penelitian bahkan terlihat mendekati terapi psikologis dan pengobatan antidepresan.

Laporan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews tersebut meninjau 73 uji klinis dengan hampir 5.000 peserta yang mengalami depresi. Peneliti dari University of Lancashire membandingkan olahraga dengan terapi psikologis, obat antidepresan, serta kondisi tanpa pengobatan.

Olahraga Bantu Kurangi Gejala Depresi

Hasil tinjauan menunjukkan aktivitas fisik memberikan penurunan gejala depresi secara moderat dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan pengobatan.

Dalam 10 uji klinis, manfaat olahraga terlihat sebanding dengan terapi psikologis dalam membantu mengurangi gejala depresi. Ketika dibandingkan dengan antidepresan, hasilnya juga menunjukkan kemiripan, meski kepastian buktinya lebih rendah karena jumlah penelitian yang tersedia lebih sedikit.

"Temuan kami menunjukkan bahwa olahraga merupakan pilihan yang aman dan mudah diakses untuk membantu mengelola gejala depresi," jelas Profesor Andrew Clegg, peneliti utama riset tersebut.

Tak Harus Olahraga Berat

Menariknya, penelitian ini tidak menemukan bahwa latihan dengan intensitas tinggi selalu memberikan hasil terbaik. Aktivitas fisik ringan hingga sedang justru menunjukkan manfaat yang cukup baik.

Perbaikan gejala depresi paling terlihat setelah peserta melakukan sekitar 13-36 sesi olahraga secara rutin. Tidak ada satu jenis olahraga yang dinilai paling unggul, meski kombinasi latihan aerobik dan kekuatan menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding hanya melakukan satu jenis latihan.

Sementara itu, olahraga seperti yoga, qigong, dan peregangan belum diteliti secara mendalam dalam tinjauan tersebut sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Peneliti Ingatkan Masih Perlu Studi Lebih Besar

Meski hasilnya menjanjikan, peneliti tidak menutup kemungkinan adanya keterbatasan dalam penelitian yang dianalisis. Sebagian studi memiliki jumlah peserta yang relatif kecil sehingga belum cukup untuk menentukan jenis olahraga tertentu yang paling efektif atau berapa lama manfaatnya dapat bertahan.

"Meskipun kami telah menambahkan lebih banyak uji coba dalam pembaruan ini, kesimpulan utamanya tetap sama. Olahraga bisa membantu orang yang mengalami depresi, tetapi untuk mengetahui jenis mana yang paling efektif, bagi siapa, dan seberapa lama manfaatnya bertahan, kita masih membutuhkan penelitian yang lebih besar dan berkualitas tinggi," ujar Prof Clegg.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews melalui kajian berjudul "Exercise for depression" pada 8 Januari 2026.

Artikel ini telah tayang di detikEdu.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork