Tak Hanya Bikin Sehat, Olahraga Juga Bisa Ringankan Gejala Depresi

ADVERTISEMENT

Tak Hanya Bikin Sehat, Olahraga Juga Bisa Ringankan Gejala Depresi

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 27 Jan 2026 13:00 WIB
Olahraga
Ilustrasi olahraga. Foto: Stock Photos
Jakarta -

Penelitian terbaru dari Cochrane menunjukkan olahraga bisa membantu meredakan gejala depresi hampir seefektif terapi psikologis, bahkan hasilnya mendekati pengobatan antidepresan. Aktivitas fisik ringan hingga sedang disebut memberi manfaat paling besar tanpa efek samping yang berarti.

Melansir dari laporan Cochrane Database of Systematic Reviews, penelitian ini meninjau lebih dari 70 uji klinis dengan hampir 5.000 peserta yang didiagnosis mengalami depresi.

Hasilnya menunjukkan rutin berolahraga dapat menjadi salah satu cara sederhana, murah, dan aman untuk membantu meningkatkan kesehatan mental.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Olahraga Terbukti Kurangi Gejala Depresi

Peneliti dari University of Lancashire menganalisis 73 studi acak terkontrol yang membandingkan efek olahraga dengan terapi psikologis dan obat antidepresan. Hasil menunjukkan aktivitas fisik secara konsisten menurunkan gejala depresi secara moderat dibandingkan dengan tidak mendapat pengobatan sama sekali.

ADVERTISEMENT

Dalam sepuluh uji klinis, olahraga menunjukkan hasil setara dengan terapi psikologis dalam mengurangi gejala depresi. Ketika dibandingkan dengan obat antidepresan, hasilnya juga mirip, meski tingkat kepastian datanya lebih rendah karena jumlah studi yang terbatas.

"Temuan kami menunjukkan bahwa olahraga merupakan pilihan yang aman dan mudah diakses untuk membantu mengelola gejala depresi," jelas Profesor Andrew Clegg, peneliti utama dari riset ini.

Para peneliti juga mencatat bahwa olahraga tidak menimbulkan efek samping serius. Hanya sebagian kecil peserta yang melaporkan cedera otot atau sendi, jauh lebih sedikit dibanding efek samping umum dari obat antidepresan seperti kelelahan atau gangguan pencernaan.

Aktivitas Fisik Ringan hingga Sedang Paling Efektif

Menurut hasil tinjauan, jenis olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang terbukti lebih bermanfaat dibanding latihan berat. Perbaikan gejala depresi paling terlihat setelah 13-36 sesi olahraga yang dilakukan secara rutin.

Tidak ada satu jenis olahraga yang paling baik, tetapi program yang menggabungkan latihan aerobik dan kekuatan tampak memberi hasil lebih baik dibanding hanya satu jenis latihan saja.

Beberapa bentuk olahraga seperti yoga, qigong, dan peregangan belum diteliti secara mendalam dalam tinjauan ini sehingga potensinya masih terbuka untuk riset lanjutan.

Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti tetap berhati-hati. Banyak studi yang berukuran kecil dengan jumlah peserta terbatas, sehingga dibutuhkan penelitian lebih besar untuk memastikan jenis olahraga apa yang paling efektif dan bagaimana dampaknya dalam jangka panjang.

"Meskipun kami telah menambahkan lebih banyak uji coba dalam pembaruan ini, kesimpulan utamanya tetap sama. Olahraga bisa membantu orang yang mengalami depresi, tetapi untuk mengetahui jenis mana yang paling efektif, bagi siapa, dan seberapa lama manfaatnya bertahan, kita masih membutuhkan penelitian yang lebih besar dan berkualitas tinggi," ujar Prof Clegg.

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews dengan judul "Exercise for depression", 8 Januari 2026.



(nah/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads