Ciri-ciri Hepatitis pada Anak, Penyebab dan Cara Pencegahannya

Tim detikHealth - detikJabar
Rabu, 06 Jul 2022 09:30 WIB
Closeup saline IV drip for patient and Infusion pump feeding into child patient while she is sleeping on bed in the hospital
Ilustrasi hepatitis pada anak (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sasiistock)
Bandung -

Belakangan penyakit hepatitis akut ramai dibicarakan karena penyebarannya yang terus bertambah di sejumlah negara termasuk di Indonesia. Pertama kali penyakut hepatitis akut ini ditemukan di Inggris pada 2022.

WHO menncatat ada lebih dari 200 anak terinfeksi hepatitis akut hingga menetapkan sebagai kejadian Luar Biasa (KLB). Penyebab pasti penyakit hepatitis akut belum diketahui pasti hingga kini

Orangtua perlu melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya hepatitis akut pada anak dengan mengetahui gejala apa saja yang umumnya muncul.


Dikutip dari laman resminya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut gejala yang muncul jika anak mengidap hepatitis akut :

- Penurunan kesadaran
- Demam tinggi atau riwayat demam
- Perubahan warna urin (gelap) dan/atau feses (pucat)
- Kuning
- Gatal
- Nyeri sendi atau pegal-pegal
- Demam tinggi
- Mual, muntah, atau nyeri perut
- Lesu dan/atau hilang nafsu makan
- Diare

Dari detikHealth, hepatitis dapat diklasifikasikan sebagai akut atau kronis berdasarkan durasi peradangan dan kerusakan parenkim hati.

Jika periode peradangan berlangsung kurang dari enam bulan, maka kondisi ini disebut hepatitis akut. Sebaliknya, jika peradangan berlangsung lebih dari enam bulan, maka kondisi ini disebut hepatitis kronis.

Biasanya hepatitis akut disebabkan oleh infeksi virus. Namun, ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, seperti cedera pada organ hati, infeksi bakteri, dan kerusakan organ hati

Adapun infeksi virus yang dapat menyebabkan Hepatitis meliputi virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun, hepatitis A merupakan jenis yang paling umum terjadi pada anak-anak.

Hepatitis A merupakan peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Orang yang terkena hepatitis A mungkin akan merasa sakit selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Pengidap biasanya akan mengalami kesembuhan total dan tidak mengalami kerusakan hati yang berkepanjangan.

Namun, di beberapa kasus ada juga yang mengalami gagal hati, bahkan kematian. Resiko ini lebih rentan terjadi pada lansia yang memiliki masalah komorbid, seperti penyakit hati kronis.

Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pencegahan dari virus hepatitis A untuk mencegah penularan yang semakin tinggi.

Penularan Hepatitis A

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, Rabu (18/5/2022), Hepatitis A diklaim sangat menular dan dapat ditemukan di dalam tinja atau darah seseorang yang terinfeksi. Adapun penularannya sebagai berikut.

- Kontak dekat
Hepatitis A dapat menular melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti melakukan aktivitas seksual, merawat orang yang terinfeksi, hingga menggunakan obat-obatan bersama.

- Makanan atau minuman
Virus hepatitis A dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, baik itu makanan setelah dimasak, ditangani, hingga diproses.

Bisa juga dengan air yang sudah terkontaminasi limbah atau tidak diolah dengan baik.

Faktor risiko tertular Hepatitis A

Hepatitis A umumnya bisa dialami oleh siapa saja, namun yang belum pernah divaksinasi umumnya lebih rentan terinfeksi. Begitu juga, mereka yang tinggal di daerah endemisitas tinggi. Berikut faktor risikonya:

- Sanitasi yang buruk
- Kurangnya air bersih
- Tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi
- Penggunaan obat-obatan rekreasional
- Seks antara pria dengan pria
- Bepergian ke daerah endemisitas tinggi tanpa diimunisasi

Cara Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya hepatitis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara pencegahan hepatitis akut adalah sebagai berikut:

- Menjaga Pola Hidup Bersih
Menjaga kebersihan adalah cara yang paling efektif untuk mencegah hepatitis akut. Jika sedang berpergian jauh, terutama ke daerah yang tingkat kebersihannya kurang baik, maka hindari mengonsumsi air rebusan, es, atau makanan yang tidak dimasak terlebih dahulu.

- Tidak Berbagi Alat Pribadi
Penularan hepatitis akut melalui darah dan cairan dapat dicegah dengan tidak berbagi alat-alat pribadi. Barang-barang yang tidak boleh digunakan oleh orang lain adalah alat cukur, sikat gigi, gunting kuku, dan jarum obat-obatan.

- Vaksin
Kunci untuk mencegah kondisi ini terjadi adalah dengan menggunakan vaksin hepatitis. Ada vaksin yang tersedia untuk mencegah perkembangan hepatitis A dan B.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ada 91 Kasus Kumulatif Dugaan Hepatitis Akut di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/tey)