Rumah Keluarga Desta GIE Diteror Molotov, Polisi Turun Tangan

Yuga Hasani - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 08:54 WIB
Penampakan bagian rumah yang terbakar akibat dilempar molotov (Foto: Istimewa).
Kabupten Bandung -

Polisi bergerak melakukan penyelidikan terkait adanya rumah yang menjadi sasaran teror lemparan bom molotov di wilayah Ranca Tungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Rumah yang menjadi sasaran itu diketahui dihuni orang tua dan kakek-nenek founder Gerakan Indonesia Emas, Desta Pancaputra.

Aksi teror lemparan molotov tersebut diketahui terjadi pada Minggu (18/10/2026). Korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung.

Kapolsek Pameungpeuk AKP Saep Balya mengatakan bahwa petugas langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan olah TKP. Proses tersebut dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti bersama tim Inafis.

"Iya benar kemarin kita sudah melakukan cek TKP dan olah TKP, kebetulan kita bersama dari Inafis Polres juga," ujar Saep kepada awak media, Rabu (21/10/2026).

Pihaknya menjelaskan bahwa kasus penyerangan tersebut tengah diselidiki. Bahkan, pemeriksaan saksi-saksi pun telah dilakukan.

"Kami masih penyelidikan. Pemeriksaan saksi-saksi sudah kita lakukan," katanya.

Sementara itu Desta, korban mengungkapkan, peristiwa penyerangan diketahui oleh keluarga korban pada pukul 03.45 WIB. Keluarga korban tampak histeris saat mengetahui sebagian rumahnya terbakar.

"Jadi pas dini hari itu nenek saya tiba-tiba berteriak, 'Desta, Desta!' Lalu saya langsung keluar rumah untuk menanyakan apa yang terjadi. Nenek saya tampak dengan raut wajah yang betul-betul ketakutan dan berkata bahwa rumahnya terbakar," kata Desta kepada awak media.

Desta menyebutkan bahwa keluarga sempat panik karena mengira rumah tersebut telah habis dilumat api. Namun, api keburu dipadamkan berkat bantuan warga sekitar yang tengah terjaga.

"Pada saat itu, pikiran saya langsung kacau, yang ada di dalam benak saya, rumah nenek saya sudah betul-betul hangus terbakar. Jadi itu rumah nenek saya sekaligus kediaman orang tua saya, alhamdulillah, puji Tuhan, api telah berhasil dipadamkan berkat bantuan warga sekitar," jelasnya.

Dia langsung memutuskan untuk melakukan penelusuran rekaman kamera CCTV. Menurutnya, insiden bermula saat seorang penjual ayam potong yang hendak ke pasar melintasi lokasi kejadian.

"Jadi saksi melihat sepeda motor yang berada di sekitar TKP. Kecurigaan saya diperkuat setelah rekaman CCTV di beberapa titik memperlihatkan keberadaan dua pengendara misterius yang diduga kuat sebagai pelaku pelemparan bom molotov," ucapnya.

Adanya peristiwa tersebut membuat sebagian rumah mengalami kerusakan material. Di antaranya kursi, pakaian, hingga kaca pintu rumah yang turut pecah berkeping-keping akibat terkena serpihan bom molotov.

"Jadi dampak yang kami dan keluarga alami tentu secara materil, seperti kursi yang terbakar, beberapa pakaian di belakang yang hangus, serta kaca pintu rumah yang pecah berkeping-keping. Namun, kerugian terbesar bagi saya pribadi bukanlah hal-hal tersebut, melainkan rasa trauma mendalam yang dialami oleh orang tua saya, terutama kakek dan nenek saya," kata Desta.

Simak Video "Video: Hasil Sementara Olah TKP Kecelakaan Gus Hilman: Sopir Diduga Ngantuk"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork