Polisi bergerak melakukan penyelidikan terkait adanya rumah yang menjadi sasaran teror lemparan bom molotov di wilayah Ranca Tungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Rumah yang menjadi sasaran itu diketahui dihuni orang tua dan kakek-nenek founder Gerakan Indonesia Emas, Desta Pancaputra.
Aksi teror lemparan molotov tersebut diketahui terjadi pada Minggu (18/10/2026). Korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Pameungpeuk AKP Saep Balya mengatakan bahwa petugas langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan olah TKP. Proses tersebut dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti bersama tim Inafis.
"Iya benar kemarin kita sudah melakukan cek TKP dan olah TKP, kebetulan kita bersama dari Inafis Polres juga," ujar Saep kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Pihaknya menjelaskan bahwa kasus penyerangan tersebut tengah diselidiki. Bahkan, pemeriksaan saksi-saksi pun telah dilakukan.
"Kami masih penyelidikan. Pemeriksaan saksi-saksi sudah kita lakukan," katanya.
Sementara itu Desta, korban mengungkapkan, peristiwa penyerangan diketahui oleh keluarga korban pada pukul 03.45 WIB. Keluarga korban tampak histeris saat mengetahui sebagian rumahnya terbakar.
"Jadi pas dini hari itu nenek saya tiba-tiba berteriak, 'Desta, Desta!' Lalu saya langsung keluar rumah untuk menanyakan apa yang terjadi. Nenek saya tampak dengan raut wajah yang betul-betul ketakutan dan berkata bahwa rumahnya terbakar," kata Desta kepada awak media.
Desta menyebutkan bahwa keluarga sempat panik karena mengira rumah tersebut telah habis dilumat api. Namun, api keburu dipadamkan berkat bantuan warga sekitar yang tengah terjaga.
"Pada saat itu, pikiran saya langsung kacau, yang ada di dalam benak saya, rumah nenek saya sudah betul-betul hangus terbakar. Jadi itu rumah nenek saya sekaligus kediaman orang tua saya, alhamdulillah, puji Tuhan, api telah berhasil dipadamkan berkat bantuan warga sekitar," jelasnya.
Dia langsung memutuskan untuk melakukan penelusuran rekaman kamera CCTV. Menurutnya, insiden bermula saat seorang penjual ayam potong yang hendak ke pasar melintasi lokasi kejadian.
"Jadi saksi melihat sepeda motor yang berada di sekitar TKP. Kecurigaan saya diperkuat setelah rekaman CCTV di beberapa titik memperlihatkan keberadaan dua pengendara misterius yang diduga kuat sebagai pelaku pelemparan bom molotov," ucapnya.
Adanya peristiwa tersebut membuat sebagian rumah mengalami kerusakan material. Di antaranya kursi, pakaian, hingga kaca pintu rumah yang turut pecah berkeping-keping akibat terkena serpihan bom molotov.
"Jadi dampak yang kami dan keluarga alami tentu secara materil, seperti kursi yang terbakar, beberapa pakaian di belakang yang hangus, serta kaca pintu rumah yang pecah berkeping-keping. Namun, kerugian terbesar bagi saya pribadi bukanlah hal-hal tersebut, melainkan rasa trauma mendalam yang dialami oleh orang tua saya, terutama kakek dan nenek saya," kata Desta.
Menurutnya, pihak keluarga tidak pernah merasakan adanya hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar sebelum peristiwa itu terjadi. Namun, peristiwa serupa pernah menimpa keluarganya sekitar 10 hari yang lalu.
"Jadi paman saya kemarin-kemarin pernah menjadi sasaran teror pembakaran dengan modus dan alat yang hampir serupa menggunakan botol berisi bensin," ungkapnya.
Desta menduga kuat teror yang dialaminya saat ini dilatarbelakangi muatan politis. Apalagi, dirinya kerap menyuarakan berbagai keresahan masyarakat di Kabupaten Bandung.
"Ketika ditanya siapa pihak yang kami duga melakukan pembakaran ini, saya tidak bisa menyebutkan pihak yang spesifik. Namun, saya meyakini kuat bahwa motifnya adalah alasan politis. Secara individu, saya adalah orang yang tidak suka mencari masalah dengan orang lain. Akan tetapi, karena saya aktif menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung, alasan politis inilah yang paling kuat saya duga menjadi dalang di balik pembakaran ini," tegasnya.
Pascainsiden tersebut, pihak keluarga memutuskan untuk meningkatkan kewaspadaan secara ekstra. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya peristiwa susulan di rumah tersebut.
"Tapi kakek dan nenek saya rencananya akan diajak tinggal sementara bersama saudara. Untuk keamanan juga," bebernya.
Desta memberi pesan kepada pihak yang merasa terganggu dengan kiprahnya agar menempuh cara-cara yang beradab serta tidak melibatkan aksi kekerasan yang membahayakan nyawa orang lain.
"Kepada siapapun yang menjadi dalang di balik kasus ini, kritikan saya bukanlah kebencian, melainkan bentuk rasa peduli. Saya menginginkan sebuah perubahan untuk kemajuan daerah maupun pusat. Itu sebetulnya yang saya inginkan. Tolong, ketika saya mengkritik, cukup dengarkan apa yang saya suarakan atau wujudkan aspirasi tersebut. Dan saya meminta agar tindakan-tindakan pengecut seperti ini tidak pernah terjadi lagi kepada siapapun dan di manapun," bebernya.
Dia turut mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Dirinya berharap kasus tersebut bisa diungkap secara tuntas dan dalang di balik aksi teror segera diketahui.
"Iya pihak kepolisian tentu sudah mengumpulkan seluruh barang bukti, lalu meminta dukungan serta doa agar kasus ini bisa segera terungkap. Pertama, siapa pelakunya, dan kedua yang tidak kalah penting adalah apa motif dari pelaku ini. Pihak kepolisian juga menyampaikan agar kita tidak khawatir. Meskipun perkara ini tergolong sulit, jika ada sinergi antara aparat, warga, dan korban, insyaallah dalam waktu sesegera mungkin kasus ini akan segera terungkap," tuturnya.
Diketahui, Desta Pancaputra merupakan warga Kabupaten Bandung yang juga founder Gerakan Indonesia Emas (GIE). Aksi protes kerap dilakukan melalui media sosial untuk menyoroti permasalahan yang terjadi.
Beberapa isu yang disorot oleh GIE adalah kebijakan Bupati Bandung, tata kelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, hingga isu lingkungan. Bahkan, beberapa isu di tingkat provinsi hingga pemerintah pusat pun turut dibahas.
Dalam akun Instagram-nya, aksi solidaritas atau sosial pun kerap dilakukan. Di antaranya adalah membagikan makanan atau pakaian hasil donasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
Simak Video "Video: Hasil Sementara Olah TKP Kecelakaan Gus Hilman: Sopir Diduga Ngantuk"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
