detikBali

Heboh Rumah Warga Bali Diteror Bom Molotov, 2 Pelaku Terekam CCTV

Terpopuler Koleksi Pilihan

Heboh Rumah Warga Bali Diteror Bom Molotov, 2 Pelaku Terekam CCTV


Sui Suadnyana, Agus Eka - detikBali

Bekas bom molotov membekas pada dinding bangunan toko kecil depan rumah korban di Desa Pererenan, Badung, Rabu (23/9/2026). (Agus Eka/detikBali)
Foto: Bekas bom molotov membekas pada dinding bangunan toko kecil depan rumah korban di Desa Pererenan, Badung, Rabu (23/9/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Rumah warga I Made D di Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, diteror bom molotov. Penyerangan yang dilakukan orang tak dikenal itu sudah terjadi pada Senin subuh (14/9/2026) dan baru heboh pada Rabu (23/9/2026). Peristiwa ini menghebohkan Bali setelah videonya viral.

Tindakan premanisme tersebut terekam jelas melalui closed-circuit television (CCTV) yang terpasang di sekitar lorong pemukiman warga sekitar pukul 04.48 Wita. Rekaman video berdurasi singkat memperlihatkan dua orang tak dikenal berbusana gelap tertutup berjalan santai mendekati area depan rumah korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pelaku kemudian menyalakan bahan peledak rakitan itu sebelum akhirnya melemparkannya ke arah teras depan rumah korban. Lemparan tersebut seketika memicu ledakan dan menyebarkan kobaran api besar lalu membakar area depan bangunan itu. Kedua pelaku langsung kabur seusai melancarkan aksinya, sementara kobaran api terus menyala.

ADVERTISEMENT

[Gambas:Instagram]

Tidak hanya melancarkan aksi pengeboman, pelaku juga sengaja meninggalkan selembar kertas berisi pesan ancaman dan intimidasi bertuliskan tangan. Pelaku, dalam surat tersebut, mengaku ditugaskan untuk menagih utang sebesar Rp 750 juta atas nama Harsa Construction yang diduga kuat merupakan tagihan fiktif. Pelaku memberikan batas waktu yang sangat singkat, yakni 24 jam, agar korban segera menghubungi kontak Telegram tertentu yang dicantumkan dalam surat.

Tak cuma itu, pelaku menyampaikan gertakan dan melarang keras korban untuk melibatkan atau melapor ke polisi, disertai ancaman akan melakukan tindakan susulan yang lebih berat apabila permintaan mereka diabaikan.

Dugaan pemicu di balik tindakan premanisme ini mengarah pada modus penagihan utang paksa dengan cara-cara teror dan intimidasi fisik untuk menakut-nakuti korban. Aksi brutal ini pun mendadak menyita perhatian publik karena dinilai sangat meresahkan.

Sementara itu, pantauan detikBali di lokasi kejadian pada Rabu (23/9/2026), sisa-sisa dampak pelemparan molotov itu masih terlihat. Area dinding di samping pintu kaca bagian depan rumah tampak menghitam dan mengelupas akibat terpapar sambaran api.

Kasus teror dan intimidasi ini telah dilaporkan ke Polsek Mengwi. Garis polisi masih terpasang di tempat kejadian perkara (TKP). Korban saat ditemui mengaku trauma. Ia menolak memberikan keterangan saat ditemui dan menyerahkan kasus itu ke polisi.

"Saya sudah lapor ke Polsek Mengwi. Sementara jangan dahulu ya, mohon maaf," kata korban sekaligus pemilik rumah.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, belum memberikan keterangan saat diminta konfirmasi dari lokasi kejadian.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads