Viral Anak di Bandung Dipaksa Ngamen Pakai Baju Badut hingga Ketiduran

Viral Anak di Bandung Dipaksa Ngamen Pakai Baju Badut hingga Ketiduran

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 22 Okt 2026 12:11 WIB
Tangkapan layar video viral bocah dipaksa ngamen di Bandung.
Tangkapan layar video viral bocah dipaksa ngamen di Bandung. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Sebuah unggahan di media sosial sedang jadi perbincangan di Kota Bandung. Dalam video yang beredar, seorang anak terlihat dipakaikan baju badut oleh ibunya hingga ia lelah ketiduran.

Dalam narasi yang beredar, anak itu disebut dipaksa mengamen oleh orang tuanya. Sang anak menggunakan baju badut Doraemon berwarna pink saat berada di kawasan Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah unggahan itu viral, warganet banyak yang menyayangkan tindakan orang tuanya. Kasus ini pun kemudian direspons langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Ditemui di Pendopo, Kota Bandung, Farhan memastikan bakal segera menindaklanjuti laporan ini. Sebab berdasarkan perintah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Farhan diminta tidak memberikan ruang bagi pihak tersebut di wilayahnya.

ADVERTISEMENT

"Pak Gubernur sudah mengarahkan agar hal-hal tersebut yang sifatnya memberi ruang kepada gepeng ya, gelandangan dan pengemis, atau istilahnya sekarang adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesejahteraan sosial ini agar betul-betul diperhatikan," katanya, Kamis (22/10/2026).

"Di Bandung khususnya, kami sudah diberi pesan oleh Pak Gubernur untuk betul-betul menghindarkan diri atau menghentikan tindakan-tindakan berprofesi pengemis. Nah, ini yang sedang kita pastikan agar kita bisa identifikasi," ungkapnya menambahkan.

Farhan memastikan bahwa Pemkot Bandung berulang kali telah menindak para tuna wisma di jalanan. Namun ia mengakui, mereka kerap kembali menjalankan aktivitas itu meski sudah diberikan tindakan.

"Kalau kasus seperti itu banyak sering terjadi, kami sudah sering menertibkan bahwa mereka balik lagi balik lagi. Ya, istilahnya kita pun tidak pernah boleh berhenti menghentikan," ucapnya.

"Banyak orang yang bilang kenapa enggak dikasih kerjaan aja. Ya, tidak semudah itu, karena mereka juga sudah terbiasa dengan pekerjaannya dengan penghasilan yang tinggi. Jadi mereka akan balik lagi balik lagi," tuturnya.

Terlepas apapun itu, Farhan menegaskan bakal menindak laporan ini, terutama dengan unsur kewilayahan. "Langsung, pasti itu mah. Pokoknya Kasi Trantibmas di kelurahan harus segera bergerak," pungkasnya.



(ral/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads