Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah kontrakan di kawasan permukiman padat Parakan Saat, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, pada Jumat (2/10). Operasi ini merupakan tindak lanjut dari penangkapan seorang pria yang diduga terlibat jaringan terorisme.
Dalam penggeledahan di kamar lantai dua tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti elektronik berupa diska lepas (flashdisk), kartu seluler, serta telepon genggam milik terduga pelaku.
Ketua RT setempat, Agus, mengungkapkan bahwa terduga pelaku tinggal bersama istrinya. Namun, selama menetap, pasangan tersebut dikenal sangat tertutup oleh warga sekitar.
"Pasangan muda," kata Agus, Minggu (4/10/2026).
Agus menjelaskan bahwa pasangan tersebut bukan merupakan warga asli lingkungan setempat. Berdasarkan informasi yang ia terima, mereka berasal dari daerah Isola.
"Orangnya tertutup, katanya warga Isola," ujarnya.
Selain bersikap tertutup, keberadaan mereka di lingkungan tersebut ternyata tidak tercatat secara administratif. Baik pemilik kontrakan maupun penghuni tidak pernah melapor ke pengurus RT sejak pertama kali datang.
"Sudah dua bulanan," tambahnya.
Warga juga mengaku tidak mengetahui pasti pekerjaan sehari-hari pria tersebut. Meski sering terlihat menggunakan sepeda motor, aktivitasnya tetap menjadi misteri bagi tetangga.
"Gak tahu, tapi katanya kurir, tapi gak ada yang tahu, tapi dia bawa motor, pakai motor Beat," ucapnya.
Sikap tidak bersosialisasi ini juga ditunjukkan oleh sang istri. Meski sering melintas di depan rumah ketua RT, ia disebut tidak pernah bertegur sapa atau berinteraksi dengan warga.
"Suka ada yang lewat (tidak bertegur sapa)," tuturnya.
Pasangan ini diketahui memiliki dua orang anak yang masih di bawah umur.
"Anaknya yang gede kelas 1 SD dan yang kecil baru umur tiga tahun," pungkasnya.
Simak Video "Video Densus 88 Sebut Tersangka Perekrut Anak 'Pemain Lama' Jaringan ISIS"
(wip/dir)