Menanti Kesaksian Dede, Kunci Tabir Kematian 2 Pemuda di Lembang

Round Up

Menanti Kesaksian Dede, Kunci Tabir Kematian 2 Pemuda di Lembang

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 30 Sep 2026 08:30 WIB
Conceptual shot of feet with a hospital information ring and tag representing death
Ilustrasi (Foto: Getty Images/nico_blue)
Bandung Barat -

Udara dingin yang menyelimuti Kampung Cijeruk, Desa Lembang, mendadak terasa menyesakkan pada Senin pagi, 28 September 2026. Di sebuah rumah kontrakan sederhana, rutinitas tiga pemuda asal Garut yang biasanya sibuk menyiapkan dagangan kupat tahu, mendadak sunyi. Tak ada suara denting peralatan masak atau aroma bumbu yang biasanya tercium.

Keheningan itu pecah saat kekasih salah satu penghuni datang berkunjung. Pintu yang terkunci rapat menyimpan pemandangan memilukan, tiga pria tergeletak tak berdaya di dalam kamar yang pengap.

Dua di antaranya, Ijang Nadi Gunaefi (23) dan Eji Fauzi (18), ditemukan sudah tidak bernyawa. Kepergian kakak-beradik perantau ini seketika memicu kegemparan di tengah warga Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang kemudian bergegas melapor ke pihak berwajib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Lembang, AKP Bambang Haryono, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari tetangga korban yang curiga dengan kondisi di dalam kontrakan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ya betul kami terima informasi ada dua orang meninggal dunia di tempat. Awalnya tetangga yang melaporkan ke kita terkait informasi tersebut," kata Bambang saat dikonfirmasi.

Namun, di tengah duka yang menyelimuti lokasi kejadian, petugas menemukan titik terang. Penghuni ketiga, Dede Rizki (21), didapati masih bernapas meski dalam kondisi kritis. Tanpa membuang waktu, petugas segera mengevakuasi Dede ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Untuk 1 orang lagi ditemukan selamat, sekarang sedang dirawat di RSHS. Namun informasi terbaru yang diterima kondisinya itu kritis," kata Bambang.

Saat Tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebuah aroma tajam langsung menusuk hidung. Udara di dalam ruangan itu terasa berat oleh bau gas elpiji yang bocor. Di sudut ruangan, tungku kompor yang sedianya digunakan untuk mengolah bahan dagangan ditemukan masih dalam keadaan menyala.

Meski dugaan awal mengarah pada intoksikasi atau keracunan gas, kepolisian memilih untuk tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti tewasnya Ijang dan Eji.

"Untuk sementara penyebabnya masih kita dalami. Untuk akibat dugaan tewasnya itu akibat dari obat atau gas itu masih kita dalami kita tunggu hasil pemeriksaan rumah sakit. Cuma saat itu, memang ada bau gas menyengat di dalam kontrakan, dan kompor masih menyala karena mereka mau berjualan kupat tahu," kata Bambang.

Memasuki hari Selasa, 29 September 2026, secercah kabar baik datang dari rumah sakit. Di tengah simpang siur kabar yang menyebutkan korban selamat turut meninggal dunia, Bambang Haryono meluruskan bahwa Dede Rizki berhasil melewati masa kritisnya.

"Kami luruskan informasi yang menyebut korban kritis meninggal, yang bersangkutan sudah membaik. Namun saat ini masih menjalani perawatan di RSHS," kata Bambang.

Kini, sosok Dede menjadi tumpuan harapan polisi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu tertutup itu. Kesaksiannya akan menjadi kunci utama untuk merangkai kronologi kejadian sebelum mereka ditemukan tak berdaya.

"Jadi kita akan mintai keterangan korban selamat ini untuk memastikan bagaimana sebetulnya kronologis di dalam kamar kontrakan itu sebelum mereka ditemukan tergeletak oleh pacar salah satu korban. Kita pastikan dulu kondisi korban di rumah sakit ini membaik," kata Bambang.

Hingga saat ini, teka-teki penyebab kematian dua pemuda tersebut masih terus digali. Polisi memastikan tidak ada jejak obat-obatan terlarang di lokasi kejadian, sehingga fokus penyelidikan kini tertuju pada hasil uji laboratorium dan medis terkait paparan gas.

"Kalau hasil olah TKP, tidak ditemukan bekas obat-obatan. Tapi di lokasi memang tercium bau gas. Namun kita belum bisa menyimpulkan penyebabnya apa, apakah karena makanan atau karena keracunan gas," kata Bambang.

Kini, warga Lembang dan keluarga korban di Garut hanya bisa menunggu hasil penyelidikan medis untuk mengetahui secara pasti penyebab tragedi yang merenggut nyawa dua pemuda pekerja keras tersebut.



(sya/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads