Polisi mengamankan seorang pria yang diduga melakukan aksi pungutan liar (Pungli) terhadap wisatawan di Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas, Garut. Kejadian pungli berkedok 'saredona' itu, sebelumnya viral di media sosial.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Wanaraja, AKP Abusono. Menurut Abusono, terduga pelaku pungli saat ini telah diamankan oleh pihaknya dan masih dimintai keterangan oleh penyidik di Polsek Wanaraja.
"Begitu kejadian ini kami ketahui, kami langsung bergerak cepat dan mengamankan yang bersangkutan. Saat ini masih dimintai keterangan," kata Abu kepada detikJabar, Senin, (24/8/2026).
Pria yang diduga melakukan pungli terhadap wisatawan itu, diketahui berinisial M alias Jedak, pria berumur 46 tahun yang diketahui berprofesi sebagai tukang ojek, sekaligus warga setempat.
Berdasarkan penuturan Jedak kepada polisi, kata Abu, kejadian bermula saat Jedak baru tiba ke tempat kerjanya, di hari kejadian tersebut, tepatnya hari Kamis, (20/8/2026) pagi. Saat itu, Jedak tiba sekitar pukul 07.30 WIB.
Setibanya di lokasi, Jedak diberi tahu oleh petugas jaga pos TWA Talaga Bodas, jika ada dua orang wisatawan, lelaki-perempuan, yang naik ke kawasan telaga, tapi belum membayar tiket dan membawa sepeda motor.
"Saat wisatawan tersebut turun dari kawasan, yang bersangkutan meminta biaya kepada wisatawan tersebut," katanya.
Sekadar diketahui, pengelola TWA Talaga Bodas diketahui mengeluarkan kebijakan untuk wisatawan. Di mana, wisatawan dilarang untuk membawa kendaraan ke kawasan telaga.
Sebagai gantinya, wisatawan bisa menyewa jasa ojek atau berjalan kaki menuju puncak, yang jaraknya terpaut sekitar 350 meter dari pos tiket, dengan medan jalan yang kurang representatif. Adapun tarif sewa ojek dari pangkalan menuju telaga adalah Rp 10 ribu per orang satu balikan.
Dalam kasus ini, karena wisatawan terdiri dari dua orang, jika menyewa ojek, keduanya harus membayar uang sewa sebesar Rp 40 ribu untuk ongkos ojek bolak-balik dari pos menuju telaga.
Yang menjadi permasalahan adalah, keduanya diketahui tidak menyewa ojek, dan perjalanan mereka menuju telaga dari pos tiket sudah dilaksanakan. Hal tersebut yang disoal oleh wisatawan tersebut.
Meskipun tidak wajib bagi wisatawan, aturan tidak boleh membawa kendaraan bermotor menuju kawasan telaga ini diketahui telah diberlakukan sejak lama oleh pengelola. Alasannya, untuk memberdayakan masyarakat setempat, dari dua desa terdekat di wilayah TWA Talaga Bodas.
Diberitakan sebelumnya, dua orang wisatawan diduga menjadi korban pungutan liar oleh oknum warga saat berkunjung ke TWA Talaga Bodas, Garut. Keduanya diminta duit Rp 50 ribu oleh oknum berkedok 'saredona'.
Kisah ini diunggah oleh korban melalui akun TikTok pribadi miliknya pada Kamis, (20/8) lalu. Dalam unggahannya, warganet memberi narasi jika dirinya menjadi korban pungli.
"Kumaha pariwisata Garut maju pungli pagi siang @disparbudgarut @tehputri.karlina pagi bayar tiket masuk 2 orang + motor 50," katanya.
"Siang waktu pulang ganti penjaga dipalak hama berkonsep saridona bari di patok. Mending wisata kaluar baraya!!," kata pengunggah menambahkan.
Dilihat detikJabar, Senin, (24/8) siang, video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah itu menampilkan aksi seorang pria tua yang memberhentikan wisatawan.
Sekilas, dari perbincangan yang terjadi dalam video itu, terdengar jika pria tua tersebut meminta uang ojek kepada dua orang wisatawan yang berkendara dengan satu sepeda motor.
Pria itu menuturkan, jika sebenarnya motor dilarang untuk masuk ke kawasan Talaga Bodas. Namun, kedua wisatawan itu sudah terlanjur masuk dan harus membayar uang 'saridona' atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti seikhlasnya.
"Ojeknya A... Sebetulnya ini enggak bisa (bawa masuk motor), mau orang mana-orang mana juga. Karena ini tanggung sudah masuk, jadi silakan saja (bayar) seikhlasnya," ucap pria berhoodie itu, dalam Bahasa Sunda.
Permintaan pria itu, sempat dikeluhkan oleh wisatawan tersebut. Dia sempat berkilah, jika dirinya merupakan warga lokal. Namun, sang 'penjaga' berdalih, jika tarif itu sama untuk semua orang tanpa terkecuali.
Di akhir video terlihat, akhirnya wisatawan kemudian memberikan segumpal uang pecahan rupiah yang tidak dijelaskan nominalnya berapa kepada pria tersebut.
Simak Video "Video: Momen Pelaku Pungli di Lampung Kocar-kacir Dikejar Polisi"
(dir/dir)