Heboh Pungli Berkedok 'Saredona' di Talaga Bodas Garut

Heboh Pungli Berkedok 'Saredona' di Talaga Bodas Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 22 Agu 2026 15:14 WIB
Ilustrasi pungli di Talaga Bodas Garut
Ilustrasi pungli di Talaga Bodas Garut (Foto: Chat GPT)
Garut -

Dugaan aksi pungutan liar (pungli) di tempat wisata di Kabupaten Garut kembali terjadi. Kali ini, seorang wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Talaga Bodas mengaku dimintai uang Rp 50 ribu untuk biaya ojek menuju tempat wisata.

Kabar tersebut pertama kali mencuat ke publik usai seorang warganet mengunggah informasinya di TikTok pada Kamis, (20/8/2026) kemarin. Dalam unggahannya, warganet memberi narasi bahwa dirinya menjadi korban pungli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kumaha pariwisata Garut maju pungli pagi siang @disparbudgarut @tehputri.karlina pagi bayar tiket masuk 2 orang + motor 50," katanya.

"Siang waktu pulang ganti penjaga dipalak hama berkonsep saridona bari di patok. Mending wisata kaluar baraya!!," kata pengunggah menambahkan.

ADVERTISEMENT

Dilihat detikJabar, Sabtu, (22/8/2026) siang, video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah itu menampilkan aksi seorang pria tua yang memberhentikan wisatawan.

Sekilas, dari perbincangan yang terjadi dalam video itu, terdengar bahwa pria tua tersebut meminta uang ojek kepada dua orang wisatawan yang berkendara dengan satu sepeda motor.

Pria itu menuturkan bahwa sebenarnya motor dilarang untuk masuk ke kawasan Talaga Bodas. Namun, kedua wisatawan itu sudah terlanjur masuk dan harus membayar uang 'saridona' atau yang dalam bahasa Indonesia berarti seikhlasnya.

"Ojeknya A... Sebetulnya ini enggak bisa (bawa masuk motor), mau orang mana-orang mana juga. Karena ini tanggung sudah masuk, jadi silakan saja (bayar) seikhlasnya," ucap pria berhoodie itu, dalam Bahasa Sunda.

Permintaan pria itu sempat dikeluhkan oleh wisatawan tersebut. Dia sempat berkilah bahwa dirinya merupakan warga lokal. Namun, sang 'penjaga' berdalih bahwa tarif itu sama untuk semua orang tanpa terkecuali.

Di akhir video terlihat, akhirnya wisatawan kemudian memberikan sejumlah uang pecahan rupiah yang tidak dijelaskan nominalnya berapa kepada pria tersebut.

Sejak videonya diunggah di TikTok dua hari lalu, konten ini telah ditonton lebih dari 82 ribu pengguna dan mendapatkan lebih dari seribuan reaksi negatif dari warganet.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian buka suara. Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra menuturkan, saat ini pihaknya telah mengerahkan personel untuk melakukan penyelidikan. "Kita dalami," ucap Herman singkat.

Terkait dugaan aksi pungli di Talaga Bodas ini, detikJabar sendiri telah mencoba mengonfirmasikannya kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Beni Yoga. Namun, hingga berita ini dimuat, belum ada respons darinya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads