Profil Fabiola Elizabeth, 'Neng Bule' Jerman di Balik Scammer VC

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 02 Jun 2026 14:50 WIB
Fabiola Elizabeth (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Publik dikejutkan dengan terungkapnya identitas salah satu tersangka dalam sindikat penipuan daring (scammer) jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sosok tersebut adalah Fabiola Elizabeth Agnes, kelahiran Jerman, yang sebelumnya dikenal sebagai model dan mantan istri dari personel boyband Smash, Reza Nugrah.

Penetapan status tersangka ini menandai babak baru dalam investigasi besar yang dilakukan oleh Ditressiber Polda Jawa Tengah terhadap perusahaan berkedok konsultan teknologi. Berikut ringkasan kasusnya yang dirangkum detikJabar dari pemberitaan detikJateng dan detikNews, Selasa (2/6/2026).

Identitas dan Latar Belakang 'Neng Bule'

Fabiola Elizabeth merupakan sosok yang sudah cukup lama menetap di Indonesia dan memiliki keterikatan kuat dengan budaya lokal.

  • Asal dan Domisili: Fabiola berkebangsaan Jerman dan sempat lama tinggal di Bandung sebelum akhirnya pindah ke Bali pada tahun 2021. Wanita pemilik tinggi badan sekitar 170 sentimeter ini memiliki ciri khas berupa tato salib di leher dan tato di tangan
  • Kehidupan Pribadi: Fabiola menikah dengan Reza Smash pada September 2018 dan dikaruniai satu orang anak, namun pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian pada tahun 2020.
  • Kecintaan Budaya: Sebelum kasus ini mencuat, ia dikenal luas sebagai 'Neng Bule' karena kemahirannya berbahasa Sunda dan hobinya memelihara domba garut.
Fabiola Elizabeth terlibat kasus scammer jaringan internasional bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo. (Foto: Dok. Polda Jateng)

Peran Strategis dalam Sindikat Scammer

Dalam struktur organisasi penipuan yang bermarkas di PT Digi Global Konsultan, Fabiola memiliki peran khusus untuk meyakinkan para korban.

  • Model Pemikat: Tugas utama Fabiola Elizabeth adalah menjadi model yang melayani permintaan interaksi langsung untuk membangun kepercayaan korban.
  • Layanan Video Call (VC): "Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," kata Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Himawan Susanto Saragih.
  • Tahapan Penipuan: Awalnya tim marketing akan menggaet korban. Jika korban ragu untuk berinvestasi, barulah Fabiola tampil sebagai model untuk memberikan keyakinan lebih.

Skala Operasi dan Kerugian Materiel

Jaringan yang melibatkan Fabiola ini diketahui beroperasi secara terorganisasi dengan menyasar ratusan warga negara asing (WNA).

  • Total Tersangka: Polda Jateng telah mengamankan 38 orang yang terlibat dalam sindikat ini.
  • Nilai Kerugian: Berdasarkan hasil penyidikan, komplotan ini berhasil meraup keuntungan ilegal hingga mencapai Rp 41 miliar melalui modus investasi kripto fiktif.
  • Modus Operandi: Tersangka menggunakan pendekatan emosional atau love scamming untuk menjerat korban agar mau mengirimkan sejumlah uang.

Pernyataan Polisi

Polisi memastikan sosok berinisial F itu ialah Fabiola Elizabeth.

  • Pernyataan Resmi: Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyatakan melalui pesan singkat, "Bisa dibenarkan," saat dikonfirmasi mengenai identitas Fabiola sebagai model dalam kasus tersebut.
  • Keterlibatan Sejak Awal: Artanto juga mengonfirmasi Fabiola telah bergabung sebagai model sejak awal kasus penipuan ini bermula.
  • Langkah Hukum: Saat ini, Fabiola telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan proses hukum terus berjalan seiring dengan pendalaman bukti-bukti di Mapolda Jateng.


Simak Video "Video 1.726 WNI di Kamboja Serbu KBRI Usai Keluar dari Sindikat Scam"

(bbp/bbp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork