Dua Pelajar Tewas Terseret Ombak di Pesisir Cisolok Sukabumi

Dua Pelajar Tewas Terseret Ombak di Pesisir Cisolok Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Sabtu, 18 Jul 2026 19:57 WIB
Conceptual shot of feet with a hospital information ring and tag representing death
Ilustrasi (Foto: Getty Images/nico_blue).
Sukabumi -

Acara rekreasi rombongan korps musik (drumband) asal Kadudampit berakhir duka. Dua orang pelajar tewas setelah terseret ombak besar saat berenang di Pantai Kapitol, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/7/2026) sore.

Peristiwa kecelakaan laut tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.40 WIB. Polisi yang menerima laporan dari warga pesisir langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi membenarkan insiden maut di pesisir Cisolok tersebut. Dua korban dinyatakan meninggal dunia dan satu remaja putri lainnya dilaporkan selamat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul, kami menerima laporan terkait kecelakaan laut di Pantai Kapitol, kawasan pesisir Cisolok. Anggota dari Polsek Cisolok langsung melakukan cek TKP. Dua korban meninggal dunia dan satu orang selamat," kata Dadi saat dihubungi detikJabar.

Kronologi Kejadian

Dadi mengungkapkan, kejadian bermula saat rombongan drumband Granada Kadudampit yang berjumlah sekitar 60 orang tiba di Pantai Kobeng, Karangpapak, untuk berwisata sekitar pukul 15.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Sekitar 10 menit kemudian, enam orang dari rombongan tersebut memilih memisahkan diri. Mereka adalah Yuri, Wafa, Kania, Farhan, Melas, dan Pahri. Keenamnya berjalan kaki menuju Pantai Kapitol yang berada di satu garis pesisir.

Setibanya di lokasi, tiga remaja laki-laki langsung bermain air ke arah barat. Sementara tiga remaja putri memilih bermain pasir di tepi pantai.

Nahas, setelah puas bermain pasir, ketiga remaja putri itu memutuskan untuk berenang. Tiba-tiba ombak besar khas pesisir selatan datang menghantam dan menyeret Wafa serta Kania ke arah timur menuju area batu karang.

"Melihat kedua temannya terseret ombak dan timbul tenggelam, saksi Yuri awalnya mengira mereka sedang bercanda. Namun karena beberapa saat kemudian kedua temannya hilang dari pandangan, saksi berteriak minta tolong dan mencoba menyusul," ungkap Dadi.

Bukannya menolong, Yuri justru ikut terseret arus. Beruntung, gelombang besar berikutnya datang dan mendorong tubuh Yuri kembali ke bibir pantai hingga ia berhasil selamat.

Melihat kejadian itu, warga pesisir langsung melakukan pencarian. Salah seorang warga bernama Luken (45) bergegas melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cisolok.

Personel kepolisian bersama warga pesisir dan relawan Balawista tiba di lokasi sekitar pukul 15.50 WIB. Petugas langsung mengevakuasi jasad korban pertama bernama Wafa yang terlihat di permukaan air.

Hanya berselang tiga menit kemudian, korban kedua yakni Kania juga berhasil ditemukan mengambang di air dan langsung dievakuasi ke daratan.

"Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan pemeriksaan medis, namun tim medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia," jelas Dadi.

Identitas Korban

Berdasarkan data dari pihak kepolisian, berikut identitas lengkap korban dalam insiden tersebut:

β€’ Wafa (13), pelajar kelas 8 SMP Alhidayah. Warga Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi (Meninggal Dunia).

β€’ Kania Meisya Cahyani (15), pelajar kelas 10 SMKN 1 Gunungguruh. Warga Kampung Nagrak, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kota Sukabumi (Meninggal Dunia).

β€’ Yuri Saparina (15), pelajar kelas 10 SMKN 1 Gunungguruh. Warga Kampung Nagrak, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kota Sukabumi (Selamat).

Pihak kepolisian kembali mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir Cisolok dan Pantai Selatan Sukabumi untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Wisatawan diminta mematuhi rambu larangan berenang demi keselamatan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Keindahan Curug Cibaliung, Bogor"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads