Geger Guru Ngaji di Purwakarta Diduga Cabuli Muridnya

Geger Guru Ngaji di Purwakarta Diduga Cabuli Muridnya

Dian Firmansyah - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 21:26 WIB
Ilustrasi pelaku pencabulan
Ilustrasi (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim)
Purwakarta -

Warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, digegerkan dengan kabar diamankannya seorang guru ngaji berinisial T (58) oleh jajaran Satreskrim Polres Purwakarta. Sosok yang selama ini dikenal sebagai tokoh agama dan dihormati masyarakat itu diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap murid-murid ngajinya yang masih di bawah umur.

Kasus ini mencuat dan meninggalkan luka mendalam bagi warga sekitar. Di balik bangunan majelis taklim bercat kuning yang biasanya ramai oleh suara lantunan ayat suci dan aktivitas anak-anak mengaji, kini suasana berubah sunyi. Tidak ada lagi aktivitas pengajian seperti biasanya sejak kabar dugaan tindak asusila tersebut menyeruak ke publik.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun, mengungkapkan hingga saat ini pihak kepolisian telah mendata sedikitnya enam korban dalam kasus tersebut. Namun, baru dua korban yang berhasil dimintai keterangan secara resmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban yang sampai saat ini kami dapatkan lebih kurang enam orang. Yang baru dimintai keterangan baru dua orang, lainnya masih kami upayakan untuk dimintai keterangan," ujar Kasat Reskrim, saat ditemui awak media di Mapolres Purwakarta, Selasa (12/5/2026) sore.

ADVERTISEMENT

Karena seluruh korban masih berstatus anak di bawah umur, proses pemeriksaan dilakukan secara khusus dan penuh kehati-hatian. Polisi melibatkan polwan, dinas sosial, hingga psikolog klinis untuk mendampingi para korban selama proses penyelidikan berlangsung.

Hasil penyelidikan sementara membuat polisi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. Terduga pelaku pun kini telah diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Dengan alat bukti yang kami dapatkan, perkara ini sudah kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Terduga pelaku juga sudah diamankan," kata Uyun.

Meski demikian, penyidik masih terus mendalami dugaan tindak pidana yang disebut terjadi di lingkungan majelis taklim tempat pelaku mengajar. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum terhadap para korban untuk memastikan bentuk tindak pidana yang terjadi.

"Dari pemeriksaan sementara tidak ada dugaan persetubuhan. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis oleh ahli," ungkapnya.

Kasus ini terasa begitu mengejutkan bagi warga sekitar. Sebab selama ini, T dikenal sebagai sosok ustaz yang aktif memimpin kegiatan keagamaan dan disegani masyarakat. Tak sedikit warga yang mengaku sulit mempercayai kabar tersebut.

Seorang warga setempat, Hasan Asari (55), mengaku sangat terpukul mendengar dugaan perbuatan yang menyeret nama guru ngaji tersebut.

"Kalau memang benar terjadi seperti itu, saya sangat kecewa dan terpukul. Beliau selama ini sangat dihormati warga," ucap Hasan.

Pada Selasa siang, suasana di majelis taklim tempat T biasa mengajar tampak lengang. Bangunan bercat kuning yang biasanya dipenuhi anak-anak mengaji itu terlihat sepi tanpa aktivitas. Keheningan di lokasi seakan menggambarkan keterkejutan warga atas kasus yang menimpa lingkungan mereka.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads