Polisi Sebut Tukang Sablon Jadi Otak Kerusuhan May Day di Bandung

Polisi Sebut Tukang Sablon Jadi Otak Kerusuhan May Day di Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 18:57 WIB
Konferensi pers di Mapolda Jabar
Konferensi pers di Mapolda Jabar. Foto: Wisma Putra
Bandung -

RR alias MPE menjadi otak kerusuhan saat peringatan May Day 2026 di Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026 lalu. RR merupakan pimpinan kelompok anarko dari 'Bandung Selatan Ayaan' dan saat ini sudah diamankan di Mapolda Jabar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Ade Sapari mengatakan bahwa RR berprofesi sebagai wirausahawan dengan usaha sablon. Selain itu, RR merupakan warga Baleendah, Kabupaten Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"RR ketua kelompok kerjaanya tukang sablon, dia punya biaya dan punya motif gerakan ini supaya dilihat kelompok anarkis nasional, eksistensi diri," kata Ade dalam konferensi pers, Selasa (12/5/2026).

Ade menyebutkan, penghasilan RR dari usaha sablonnya digunakan untuk membiayai aksi anarkis kelompoknya. "Dia biayai pembuatan bom molotov, beli helm dari hasil pekerjaan tukang sablon," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Disinggung besaran uang yang dikeluarkan, Ade menyebut pihaknya masih mendalami hal tersebut. "Masih didalami, tidak lebih Rp3-4 juta," ujarnya.

Ade juga mengatakan, tersangka kemungkinan bertambah lagi karena pihaknya masih melakukan penyidikan. "Kita dalami kelompok lain, kita akan ungkap sampai tuntas," tuturnya.

Ade menyebutkan, kedatangan kelompok ini memiliki niat untuk melakukan aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum, bukan murni untuk melakukan demo.

"Target memang di situ, mengacu dari tahun lalu, waktu itu ada unras May Day itu ada di DPRD Jabar dan di Jatinangor. Ini tidak ada penyampaian pendapat, bergerombol, banyak, lalu lakukan perusakan. Mereka langsung melakukan perusakan," pungkasnya.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads