Ketenangan warga Dusun Tamiang, Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, mendadak sirna pada Kamis (26/3/2026) siang. Sekitar pukul 14.00 WIB, suasana berubah mencekam saat puluhan warga berkerumun, tersulut emosi oleh kabar miring yang berembus di lingkungan mereka.
Prahara ini bermula saat seorang pria berinisial D (55) baru saja menginjakkan kaki di rumahnya usai menempuh perjalanan dari Cirebon bersama sang istri. Alih-alih beristirahat, D justru disambut bisik-bisik tetangga mengenai dugaan perselingkuhan yang melibatkan orang ketiga.
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di kediaman pelapor. Merasa terusik atas kabar miring terhadap istrinya, D kemudian memanggil pria berinisial AP (42) yang diduga sebagai selingkuhan untuk meminta penjelasan langsung.
"Setibanya di rumah, D mendapat informasi dari warga terkait dugaan perselingkuhan, sehingga memanggil terlapor AP untuk dimintai klarifikasi," ujar Wildan, saat dikonfirmasi detikJabar, Jumat (27/3/2026).
Dalam pertemuan yang penuh tensi tersebut, AP terpojok dan mengakui adanya hubungan asmara dengan istri D, meski ia berdalih tidak sampai melakukan hubungan intim.
Pengakuan ini rupanya menjadi pemantik api kemarahan. Warga yang sebelumnya sudah mengepung lokasi tak mampu lagi membendung amarah. Situasi menjadi tak terkendali hingga aksi kekerasan fisik oleh puluhan warga terhadap AP tak terelakkan.
"Karena situasi saat itu tidak kondusif dan massa cukup banyak, terjadi aksi spontan berupa penganiayaan terhadap terlapor oleh warga hingga mengalami luka," kata dia.
(orb/orb)