Kematian Huru dan Hara di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menyisakan duka mendalam. Dua anak harimau Benggala tersebut mati akibat serangan virus panleukopenia.
Hara mati lebih dulu pada Selasa (24/3). Tak lama berselang, saudaranya, Huru, menyusul pada Kamis (26/3) meski sempat mendapatkan penanganan medis intensif dan dinyatakan telah melewati fase kritis selama 72 jam.
Huru dan Hara merupakan anak harimau Benggala yang baru menginjak usia 8 bulan. Keduanya lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22) dan Jelita (4,5), yang menjadi tambahan koleksi berharga bagi Bandung Zoo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepergian Huru dan Hara juga memukul batin Usup Supriatna, perawat satwa (keeper) di Bandung Zoo. Usup adalah sosok yang merawat kedua harimau Benggala tersebut sejak mereka lahir delapan bulan silam.
"Saya ngerasa kehilangan, pokoknya perasaannya gimana punya anak, gitu aja. Gimana punya anak yang disayangi terus hilang. Perasaannya sedih, karena dari lahir, dari mulai breeding," katanya, Jumat (27/3/2026).
Usup masih mengenang momen-momen saat Huru dan Hara bermain dengan lincah ketika masih kecil. Namun, kondisi kesehatan keduanya mulai menunjukkan penurunan sejak lima bulan terakhir.
"Ya, kenangannya sekarang kan masih-masih suka bermain. Terus di usia sekitar lima bulan mulai kelihatan sakit," ungkapnya.
Baca juga: Duka Cita untuk Huru dan Hara |
Ironisnya, Usup tidak bisa mendampingi Huru dan Hara di masa kritis mereka. Ia baru mengetahui kabar kematian anak harimau Benggala tersebut saat sedang berada di kediamannya.
"Tahu kabarnya dari teman, soalnya itu kan lagi di luar kota, enggak bisa ke sini. Jadi tahunya memang sudah mati," pungkasnya.
Simak Video "Video: Sepi Sunyi di Bandung Zoo"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)











































