Anak Bunuh Ayah di Indramayu Terancam Penjara Seumur Hidup

Anak Bunuh Ayah di Indramayu Terancam Penjara Seumur Hidup

Sudedi Rasmadi - detikJabar
Kamis, 01 Des 2022 09:45 WIB
Rekonstruksi Murtado saat membunuh ayah di Indramayu.
Rekonstruksi Murtado saat membunuh ayah di Indramayu. (Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar)
Indramayu -

Murtado (27) pembunuh ayah kandung di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, terancam penjara seumur hidup. Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif mengatakan, dari penyelidikan dan bukti yang ditemukan, Murtado terbukti melakukan pembunuhan kepada Casim (70).

"Yang bersangkutan kita kenakan pasal 340 dan atau pasal 338 dengan pidana paling lama seumur hidup atau penjara 20 tahun," kata Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif, Kamis (1/12/2022).

Sebelumnya, Lukman Syarif mengatakan pelaku nekat membunuh ayahnya lantaran warisan. Pelaku yang merupakan bungsu dari enam bersaudara mempermasalahkan warisan milik ayahnya, Casim (72).


"Motifnya adalah warisan. Jadi ada enam bersaudara bahwa pelaku ini adik paling bungsu. Karena ada suatu hal motifnya warisan itu. Sehingga ayah kandungnya dibunuh oleh pelaku," kata Lukman kepada detikJabar, Rabu (30/11/2022).

Tak hanya itu, pelaku juga melakukan percobaan pembunuhan kepada kakak kandungnya yakni Fatma. Rencana jahat pelaku itu diketahui oleh saudara kandung lainnya.

"Menurut keterangan pelaku, kakak kandungnya akan dihabisi juga namun ketahuan oleh kakak lainnya, aksi itu pun dilakukan karena warisan," ujarnya.

Kesaksian Kakak Murtado

Tak hanya menghabisi nyawa ayah kandung, Murtado (27) juga sempat menganiaya kakak kandungnya Fatma. Korban sempat tak sadarkan diri hingga depresi.

Terungkapnya tindakan keji Murtado terhadap ayah kandungnya bermula dari laporan penganiayaan terhadap Fatma. Ketika itu, Fatma tergeletak tak sadarkan diri akibat ulah Murtado.

"Kejadiannya nggak tau, tapi kakak sudah tergeletak koma terus dibawa ke rumah sakit. Koma selama sehari semalam," kata kakak kandung pelaku, Ismail, Kamis (1/12/2022).

Ismail mengatakan Fatma masih masih menjalani perawatan di rumah sakit. "Dari pengakuan pelaku, korban dibekap sama digebuk. Itu di rumah saya," ucap Ismail.

(iqk/iqk)