Sederet Fakta Anak Bunuh Ayah di Indramayu gegara Warisan

Round-Up

Sederet Fakta Anak Bunuh Ayah di Indramayu gegara Warisan

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 01 Des 2022 09:15 WIB
Pelaku pembunuhan ayah di Indramayu
Pelaku pembunuhan ayah di Indramayu. (Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar)
Indramayu -

Sejumlah fakta kembali terungkap saat polisi mendatangi TKP anak bunuh ayah di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu pada Rabu (30/11/2022). Tersangkanya, Murtado (27) yang tak lain merupakan anak dari Casim (72) turut dihadirkan polisi di lokasi tersebut. Berikut rangkumannya.

Diminta Tunjukkan Detik-detik Pembunuhan

Pantauan detikJabar di lokasi, Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif memimpin jalannya pengecekan TKP. Murtado, sang pelaku, juga dihadirkan untuk menunjukkan detik-detik pembunuhan yang dilakukan kepada Casim (72), yang tak lain ayah kandungnya.

Selain melihat lubang bekas kuburan korban, polisi mengecek bagian dalam rumah pelaku. Terlihat di luar area tempat kejadian perkara warga beramai-ramai melihat pengecekan ulang tersebut.


"Hari ini kami melaksanakan pengecekan TKP beserta para penyidik dan tim yang sudah ditunjuk Polres Indramayu. Saya juga membawa pelaku yang melakukan pembunuhan pada 2 bulan lalu tepatnya Sabtu tanggal 01 Oktober 2022," kata Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif.

Nyaris Bunuh Kakak Kandung

Tindakan sadis Murtado terungkap dilatarbelakangi soal warisan. Ia merupakan bungsu dari enam bersaudara. Bahkan, pelaku nyaris membunuh kakak kandungnya sendiri, Fatma. Namun, rencana jahat pelaku diketahui oleh saudara kandung lainnya.

"Motifnya adalah warisan. Jadi ada enam bersaudara bahwa pelaku ini adik paling bungsu. Karena ada suatu hal motifnya warisan itu. Sehingga ayah kandungnya dibunuh oleh pelaku," kata Lukman.

"Menurut keterangan pelaku, kakak kandungnya akan dihabisi juga namun ketahuan oleh kakak lainnya, aksi itu pun dilakukan karena warisan," ujarnya menambahkan.

Berbekal laporan penganiayaan tersebut, polisi mengungkap kasus kematian Casim yang ternyata dihabisi Murtado. Jasad korban dikubur setelah dibacok dengan menggunakan golok pada bagian leher belakang. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah alat bukti berupa golok, cangkul dan benda tumpul kayu balok.

"Dari laporan penganiayaan terhadap kakak kandungnya. Pelaku ini ternyata melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya yang dilakukan pada dua bulan lalu tepatnya 1 Oktober 2022," kata Lukman.

Dalih Minta Dicarikan Ular

Fakta lain juga terungkap di TKP pembunuhan tersebut. Murtado ternyata sempat meminta bantuan kepada ayahnya untuk mencari ular yang masuk ke dalam rumah pada 1 Oktober 2022.

Di hadapan polisi, Murtado (27) mengaku sudah bertekad membunuh ayah kandungnya tersebut. Hingga, sebilah golok menghujam leher belakang korban. Setelah meninggal, Murtado mengubur mayat ayahnya itu

"Malam hari, itu saya pancing, saya pura-puranya minta tolong kepada bapak ada ular kobra di rumah," kata Murtado, Rabu (30/11/2022).

Saat itu ayahnya menyarankan agar korban memukul ular menggunakan bambu. Tapi Murtado mengaku takut sehingga meminta pertolongan ayahnya. Saat sang ayah mencari ular, saat itulah Murtado menghabisinya.

Coba Hilangkan Jejak

Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif menjelaskan pelaku menganiaya korban menggunakan benda tumpul dan golok. Korban kemudian dikuburkan pelaku. Bahkan, pelaku menaruh sejumlah tanaman di atas kuburan untuk menghilangkan jejak.

"Korban ini ada luka pukulan benda keras dan golok. Kita cek ulang apa yang disampaikan pelaku dan hasil pengecekan forensik. Karena mayatnya sudah dua bulan, kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan mayatnya sedikit rusak, namun tanda-tanda penganiayaan masih ada," kata Lukman.

"Pertama dipukul dulu, belum meninggal, terus pakai golok sebanyak tiga kali," ujar Lukman.

Usut Dugaan Pelajari Ilmu Hitam

Selain gegara warisan, pelaku pembunuhan terhadap ayah kandungnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu itu diduga mempelajari ilmu hitam. Pelaku juga mengoleksi sejumlah benda dan hewan yang membahayakan.

Kepada detikJabar, polisi mengaku masih mendalami motif lain yang dilakukan pelaku. Diduga kuat, pelaku pernah mempelajari hal yang tidak lazim seperti pada umumnya.

"Sedang kita dalami, kalau permasalahan pelaku pernah mempelajari apa sebelumnya sedang kita dalami. Namun dari bukti patut diduga yang bersangkutan dulunya pernah mempelajari hal hal yang mungkin tidak lazim yang diajarkan orang orang pada umumnya," kata Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif.

Di lokasi kejadian, polisi juga mengecek kondisi rumah pelaku. Dari hasil pengecekan, polisi menemukan adanya benda-benda koleksi dan hewan seperti ular.

"Dari hasil temuan betul, ada beberapa koleksi. Ada juga hewan peliharaan seperti ular yang sebetulnya bahaya kalau dipelihara masyarakat pada umumnya," kata Lukman.

Pancing Amarah Keluarga

Kekesalan keluarga korban pecah ketika melihat pelaku yang turut di datangkan ke TKP. Salah satunya dilakukan Ismail (39), yang merupakan salah satu anak kandung korban.

Emosi keluar dari mulut Ismail ketika Murtado tiba di lokasi kejadian. Ismail sempat melontarkan sumpah serapah kepada pelaku dan seolah ingin melampiaskan amarahnya.

"Tadi kesal. Kalau boleh dilepasin, saya pukul," kata Ismail marah ketika melihat pelaku.

Polisi di sekitar lokasi mencoba meredam amarah Ismail. Kemudian, polisi melanjutkan pengecekan tempat kejadian perkara anak bunuh dan kubur ayah.

Dikenal Sosok yang Alim

Keluarga korban turut menyaksikan proses pengecekan ulang tersebut. Meski mengaku kesal, namun, di mata keluarga, pelaku merupakan sosok yang baik dan alim.

"Pelaku ini baik, ramah sama tetangga sama teman ramah, sama orang-orang yang ke sini juga ramah," kata kakak kandung pelaku, Ismail.

Keseharian Tado julukan pelaku hanya bekerja serabutan. Dia tinggal sendirian di rumah yang bertuliskan 'gubuk derita' setelah bapaknya (korban) memiliki istri.

"Keseharian nya bikin konten. Kadang juga nurut sama saya disuruh kerja juga mau," ujarnya.

Sisakan Rasa Penyesalan untuk Keluarga

Tindakan keji Tado sangat disesalkan oleh para saudara nya. Sebab, bagi mereka Tado merupakan salah satu anak yang paling disayangi oleh orang tuanya.

"Ya kaget lah, kok tega bunuh ayah sendiri. Orang alim baik kok sama saya. Padahal dia termasuk anak yang paling disayang. Disekolahin tinggi sampai kuliah kok tega," kata Ismail.

"Padahal kalau dia punya ulah atau ambil barang milik tetangga, bapak yang ganti," pungkasnya.

(ral/iqk)