Cerita Tetangga Lihat Penusukan Sadis Terhadap Letkol Mubin

Cerita Tetangga Lihat Penusukan Sadis Terhadap Letkol Mubin

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 29 Nov 2022 18:17 WIB
Saksi sidang pembunuhan Letkol Mubin di Lembang
Saksi sidang pembunuhan Letkol Mubin di Lembang (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung Barat -

Seorang tetangga terdakwa Henry Hernando (30), Hermawan alias Wawan (43) turut menjadi saksi pembunuhan purnawirawan TNI Muhammad Mubin (63). Wawan melihat detik-detik Mubin tewas ditusuk.

Wawan mengatakan tidak mengenali terdakwa sejarah lebih jauh. Namun dirinya hanya mengingat bahwa terdakwa merupakan anak dari seorang penjual pupuk di toko tersebut.

"Saya tidak terlalu kenal terdakwa, tapi tahu mukanya saja soalnya tetangga saya. Pokonya Henry itu anak bapak dari jualan pupuk. Saya tahu namanya setelah kejadian," ujar Wawan, saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim ketua Vici Valentino, di PN Bale Bandung, Selasa (29/11/2022).


Dia menjelaskan kejadian tersebut bermula saat dirinya akan membeli nasi kuning ke Pasar Lembang. Saat dalam perjalanan dia melihat ada orang yang tengah mengobrol di pinggir mobil pikap.

"Saya melewati jalan itu pas mau ke pasar. Saya melihat mobil korban. Pas pertama lewat ke pasar, saya lihat korban lagi ngobrol sama Jamil (saksi). Tidak ada nada tinggi pas mereka lagi ngobrol," katanya.

Setelah itu dirinya langsung kembali pulang. Tepat berada 10 meter dekat TKP, dirinya melihat terdakwa tengah menusuk seseorang yang ada di dalam mobil.

"Saya pulang dari pasar, habis beli nasi kuning, waktu pulang saya lihat Henry lagi nusuk bapak yang ada di dalam mobil," ucapnya.

Wawan mengungkapkan terlihat Henry melakukan penusukan memakai tangan kanan. Kemudian saat mendekat terlihat terdapat anak kecil di samping Letkol Mubin.

"Saya mendekat, ada mobil di dalam anak kecil. Henry tetap nusuk si bapak itu. Saya fokus ada anak yang sedang nangis meronta-ronta, saya simpan sepeda, saya ambil anak," jelasnya.

"Setelah mendekat mau nyelamatin anak itu, saya lihat tangannya banyak darah, terus ada pisau yang dipegangnya. Setelah saya ambil anak itu, saya nyari orang banyak," tambahnya.

Pihaknya menuturkan saat mengambil anak tersebut terlihat Henry menusukan pisau dengan kejam. Bahkan menurutnya darah mengalir deras di tubuh Mubin.

"Saya lihat korban banyak keluar darah dari dada ke bawah. Sampai muncrat-muncrat darahnya. Saya juga dengar sampai teriak-teriak, yah, yah, yah," tuturnya.

Wawan mengaku korban Mubin tidak terlihat memberikan perlawanan. Padahal terdakwa melakukan aksinya dengan kejam.

"Korban tidak ada perlawanan, cuma menghindar-menghindar aja. Saya lihat nusuknya membabi buta aja," kata Wawan.

Dia mengungkapkan aksi penusukan tersebut berhenti saat korban memundurkan mobilnya. Kemudian anak tersebut langsung diselamatkan.

"Dia berhenti menusuk, pas korban memundurkan mobil, anak keluar sama saya. Terus saya lihat bapak Mubin berangkat ke arah simpang lima lembang," bebernya.

Respons Pengacara Terdakwa

Penasehat Hukum terdakwa Henry Hernando (30), Hotma Agus Sihombing mengungkapkan keterangan saksi Hermawan alias Wawan tidak sesuai dengan rekaman video CCTV yang dijadikan barang bukti persidangan. Menururutnya saksi tersebut tidak berada di tempat saat penusukan terjadi kepada korban Muhammad Mubin (63).

"Jadi saksi itu harus menyampaikan apa yang dia lihat, apa yang dia rasakan, dan itu kalau dihubungkan dibandingkan dengan bukti CCTV, bahwa saksi ini tidak berada di tempat. Setelah selesai kejadian, setelah selesai peristiwa penusukan itu, itu baru beberapa menit dia lewat," ujar Hotma.

Pihaknya menjelaskan keterangan saksi tersebut dinilai rancu. Apalagi saksi tersebut menerangkan kejadian dengan detail.

"Jadi kalau dia menerangkan secara detail bahwa dia melihat ada penusukan, coba bayangkan tidak konsistennya dia pada saat dia lihat ada penusukan, tapi dia tidak melihat tidak ada percekcokan, teriakan, amarah dari korban terhadap terdakwa," katanya.



Simak Video "Pembunuhan Sadis Warga di Papua Diduga Libatkan 6 Prajurit TNI"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)