Round-Up

Ulah Bejat Oknum Polisi Cirebon Perkosa Anak Tiri Berujung Bui

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 17:30 WIB
poster
Ilustrasi kekerasan kepada anak (Foto: Edi Wahyono)
Cirebon -

Briptu C, seorang oknum anggota polisi di Polres Cirebon Kota sudah gelap mata dengan nekat perkosa anak tirinya. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara atas aksinya.

Briptu C mulanya dilaporkan atas dugaan kekerasan fisik pada 25 Agustus 2022. Setelah itu, ibu korban kembali melaporkan oknum polisi tersebut atas dugaan kekerasan seksual pada 5 September 2022.

Sehari berselang, Briptu C akhirnya ditangkap. Ia lalu ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.


"Penyidik telah melakukan permintaan visum atas laporan yang dimaksud dan setelah dilakukan visum, kemudian pada 6 September penyidik melakukan penangkapan terhadap pelaku. Kemudian pada 7 September, dilanjutkan dengan proses penahanan," kata Kapolresta Cirebon Kombes Arif Budiman, Selasa (27/9/2022).

Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai aksi keji Briptu C itu. Termasuk soal motif yang melandasi aksi kejinya memperkosa anak tirinya sendiri.

Namun begitu, Arif memastikan pihaknya tidak pandang bulu dalam penanganan kasus tersebut. Saat ini, pelaku telah ditangkap sekaligus ditahan di ruang Mapolresta Cirebon.

"Hingga saat ini, tersangka sendiri sampai hari ini sudah ditahan selama 19 hari. Artinya dalam kasus ini, penyidik Satreskrim Polresta Cirebon tidak pandang bulu, tidak tebang pilih dalam melakukan penegakkan hukum," ucap Arif Budiman.

Akibat perbuatannya, oknum anggota polisi tersebut dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun hingga 20 tahun penjara.

"Terkait dengan penerapan Pasal, penyidik menerapkan Pasal dengan Pasal berlapis, yaitu Pasal 81 ayat (3) jo Pasal 76 D dan atau Pasal 82 ayat (2) jo Pasal 76 E UU No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 Tahun 2016, perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU," kata Arif.

"Kemudian penyidik juga menerapkan Pasal 6 C UU No 12 tahun 2002 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Ancaman hukumannya adalah 15 sampai dengan 20 tahun penjara," kata dia.

(ral/iqk)