Round-Up

Fakta-fakta yang Terungkap di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 05:14 WIB
Apa Itu Yanma Polri? Tempat Dinas Baru Irjen Ferdy Sambo dkk
Ferdy Sambo (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom).
Bandung -

Irjen Ferdy Sambo (FS) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan penetapan tersangka Ferdy Sambo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Tim khusus telah melaksanakan gelar perkara kasus tersebut. "Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara. Timsus memutuskan dan menetapkan FS sebagai tersangka," kata Listyo.

Selain Ferdy Sambo, ada tiga tersangka lainnya yang terlibat kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Bharada Eliezer alias Bharada E, Brigadir Ricky dan K. Bharada E merupakan ajudan Ferdy Sambo. Sedangkan, dua tersangka lainnya yakni Ricky dan K, masing-masing bertugas sebagai ajudan dan sopir istri Ferdy Sambo.


detikJabar merangkum fakta-fakta kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan seorang jendral. Berikut fakta-faktanya:

Ditembak Bharada E

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap peran Ferdy Sambo dalam kasus tersebut. Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J.

"Tim khusus menemukan bahwa peristiwa terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang dilakukan saudara E atas perintah FS," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/8).

Tak Ada Baku Tembak

Kapolri memastikan tidak ada peristiwa tembak menembak dalam kasus tewasnya Brigadir J. "Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan awal," ucap Sigit.

Sigit sampai mengulang dengan penegasan bahwa tidak ada insiden tembak menembak. Mulanya, kasus itu disebutkan adanya aksi tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E.

"Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan awal. Tim khusus menemukan bahwa peristiwa terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J," kata Sigit menegaskan.