Cerita dar-der-dor di rumah singgah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo masih dipayungi tanda tanya. Tembak-menembak yang disebut-sebut melibatkan dua polisi, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) dan Baharada E, dikabarkan terjadi pada Jumat (8/7), pukul 17.00 WIB. Brigadir Yoshua terkapar berlumuran darah dan tewas.
Dikutip detikNews, Jumat (15/7/2022), rumah berlokasi di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, itu terpasang garis polisi. Pantauan di lapangan, pukul 14.00 WIB, pintu depan dan samping rumah Ferdy Sambo terkunci.
Garis polisi membentang di pintu samping rumah yang dihuni sang jenderal tersebut. Pintu tersebut sebelumnya digunakan polisi untuk masuk ke rumah Ferdy Sambo saat olah tempat kejadian perkara (TKP).
Versi Polri menyebut baku tembak di lokasi itu dipicu dugaan pelecehan oleh Brigadir Yoshua kepada istri Ferdy Sambo.
Brigadir Yoshua dan Bharada E masing-masing membawa senjata laras pendek. Polisi mengungkapkan ada 12 tembakan di tempat kejadian, masing-masing Brigadir Yoshua melepaskan 7 tembakan dan Bharada memuntahkan 5 tembakan. Bharada E sama sekali tak terkena peluru.
Polisi mengungkapkan jenis senjata laras pendek yang digunakan Brigadir Yoshua dan Bharada E sewaktu baku tembak. Yoshua membawa pistol HS-9 dan Bharada memegang senjata Glock 17.
"Perlu kami jelaskan bahwa saudara E menggunakan senjata Glock 17 dengan magasin maksimum 17 butir peluru. Dan kami menemukan di TKP bahwa barang bukti yang kami temukan tersisa dalam magasin tersebut 12 peluru. Artinya, ada 5 peluru yang dimuntahkan atau ditembakkan," ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto.
Dia mengungkapkan pula senjata dipakai Brigadir Yoshua. "Sedangkan saudara J (Yoshua) itu kami menemukan dan mendapatkan fakta bahwa yang bersangkutan menggunakan senjata jenis HS, 16 peluru di magasinnya dan kami menemukan tersisa 9 peluru yang ada di magasin. Artinya ada 7 peluru yang ditembakkan, dan ini sesuai apa yang ditemukan di TKP bahwa di dinding bahwa ada 7 titik bekas luka tembakan," tutur Budhi.
(bbn/bbn)