Ferdy Sambo Tulis Artikel Ilmiah saat Studi S2 dari Lapas Cibinong, Ini Isinya

ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Tulis Artikel Ilmiah saat Studi S2 dari Lapas Cibinong, Ini Isinya

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Jumat, 15 Mei 2026 20:03 WIB
Ferdy Sambo Minta Maaf ke Polisi Polres Jaksel
Ferdy Sambo dalam persidangan (Screenshoot TV Pool)
Jakarta -

Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo dikabarkan mengambil studi magister dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Jawa Barat.

Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Kemenimipas), Rika Aprianti menyatakan Ferdy Sambo memang tengah menjalani studi Magister Teologi (S2 Teologi) di Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTGGI).

Kampus ini berada dalam naungan Lembaga Pendidikan Global Glow Indonesia (LPGGI) yang dipimpin Pendeta Gilbert Lumoindong. Seperti diketahui, Gilbert adalah pemimpin Gereja GBI Glow Fellowship Centre.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lapas Cibinong telah mengembangkan kerjasama dengan STTGGI untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan Nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo," kata Rika saat dikonfirmasi detikedu, Jumat (15/5/2026).

Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Ferdy Sambo tercatat mulai menjalani perkuliahan sejak 1 Juli 2024 dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 24.03.014.

ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Jalani Kuliah Online

Rika menyebut Ferdy Sambo memang memiliki minat untuk mengambil program studi Teologi. Saat ini, Lapas Cibinong bekerja sama dengan STTGGI dalam penyediaan beasiswa S1 dan S2 bagi warga binaan beragama Kristen.

"Lapas Cibinong telah mengembangkan kerjasama dengan STTGGI untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan Nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo," kata Rika.

Adapun proses perkuliahannya dijalankan secara daring dari dalam Lapas Cibinong. Rika menegaskan, kesempatan melanjutkan pendidikan tidak hanya diberikan kepada Ferdy Sambo, tetapi juga terbuka bagi seluruh warga binaan di lapas tersebut.

"Begitu juga di Lapas Cibinong semua warga binaan diberi kesempatan yang sama untuk dapat melanjutkan pendidikan formal, seperti yang saat ini terus berjalan yaitu pendidikan kejar paket A, B dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi," katanya.

Seperti diketahui, Ferdy Sambo dihukum atas kasus pembunuhan berencana ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), yang terjadi pada Juli 2022.

Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman mati atas dirinya. Namun di tingkat kasasi, Mahkamah Agung menganulir hukuman tersebut menjadi penjara seumur hidup.

Artikel Ilmiah Ferdy Sambo

Selama menjalani perkuliahan S2, Ferdy Sambo menunaikan kewajibannya membuat artikel ilmiah. Bersama Kaprodi S2 Teologi STTGGI Dr Nixon Manalu, MTh, Ferdy menyusun artikel berjudul "Pertumbuhan Gereja dan Pemberitaan Injil di Era Digital Sebagai Analisa Peluang dan Tantangan". Artikel tersebut telah diterbitkan dalam Jurnal Locus: Penelitian & Pengabdian Volume 5 No. 1 pada Januari 2026 lalu.

Berikut abstrak artikel yang disusun eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan adanya pertumbuhan gereja dan pemberitaan Injil di era digital serta peluang dan tantangan dalam menjangkau jemaat di daerah dan lintas negara yang sedang dialami oleh gereja saat ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif postpostivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif postpositivisme dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah buku-buku kepustakaan dan literatur, survei, wawancara yang sesuai sebagai referensi. Subjek penelitian pertumbuhan gereja dan pemberitaan Injil di era digital. Objek penelitian pertumbuhan gereja dan pemberitaan Injil di era digital sebagai analisa peluang dan tantangan. Hasil penelitian teknologi digital memberi peluang bagi gereja untuk pemberitaan Injil atas peluang yang ada sebesar 76%, tantangan penggunaan teknologi di era digital 11%, tantangan demografi 13% dan mampu menjangkau jemaat di daerah dan lintas negara. Simpulan penelitian mengungkap bahwa era digital membuka akses luas bagi pertumbuhan gereja dan penyebaran Injil secara transnasional, dengan syarat gereja mampu memberdayakan sumber daya manusia yang kompeten dan mengadaptasi strategi pelayanan yang relevan. Temuan ini menekankan perlunya gereja untuk tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga membangun literasi digital, menjaga integritas teologis, dan merancang model komunitas online yang berpusat pada nilai-nilai Injil, agar dapat bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika zaman.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Hakim yang Vonis Mati Sambo Tak Dipilih Jadi Calon Hakim Agung"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads