Kabar Nasional

Fakta Emak di Lamongan Tutupi Nopol Pakai CD hingga Jadi Duta ETLE

Tim detikJatim - detikJabar
Jumat, 01 Jul 2022 19:10 WIB
Emak-emak di Lamongan tutupi nopol motor agar terhindar ETLE
Foto: Emak-emak di Lamongan tutupi nopol motor agar terhindar ETLE (Foto: Tangkapan layar)
Bandung -

Aksi emak-emak pengendara motor yang menutup pelat nomor dengan celana dalam (CD) viral di media sosial. Dari informasi yang dihimpun disebutkan aksi itu terekam di Pasar Miru, Sekaran, Lamongan.

Tampak seorang emak-emak memakai daster bermotif bunga warna biru dongker dan bersepatu merah muda mengendarai motor Honda Scoopy.

Belakangan diketahui emak-emak tersebut adalah Asmaul Husna (34). Emak-emak yang akrab disapa Mbak As itu merupakan warga Desa Miru, Kecamatan Sekaran.


Dikutip dari detikJatim, polisi menghadirkan mbak As dan ketiga temannya yang diduga membuat konten tersebut di Mapolres Lamongan. Mereka yakni TP (29) LW (25), dan R (33) yang kesemuanya adalah warga Desa Miru, Kecamatan Sekaran.

"Ada 4 ibu-ibu yang kami mintai keterangan sejak semalam," kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, Jumat (1/7/2022). Sebelumnya, keempat emak-emak itu dimintai keterangan oleh polisi.

Emak-emak yang viral di Lamongan dihadirkan di konferensi persEmak-emak yang viral di Lamongan dihadirkan di konferensi pers Foto: Emak-emak yang viral di Lamongan dihadirkan di konferensi pers (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)

Menurut Miko, aksi keempat emak-emak yang membuat konten menutupi pelat nomor dengan celana dalam dan bra ini dapat dijerat UU ITE. Meski demikian, status keempatnya adalah saksi. Dalam pemeriksaan, keempat emak-emak tersebut mengakui perbuatannya.

"Mereka mengakui telah membuat video tersebut dengan motif untuk konten dan hiburan saja," ujar Miko.

Meminta Maaf

Miko mengatakan, keempat emak-emak ini mengakui kesalahannya maka pihaknya tidak memproses lanjut kasus ini. Tak hanya itu, keempatnya juga telah menyampaikan permohonan maaf dan penyesalannya atas kegaduhan yang mereka ciptakan melalui video berdurasi 2 detik tersebut.

Pernyataan maaf keempat emak-emak ini juga tertulis dalam surat pernyataan bermaterai. Mereka berjanji tidak akan mengulang perbuatannya lagi di kemudian hari.

"Keberadaan video plat nomor tertutup CD dan bra yang ditampilkan untuk menjadi konsumsi publik, yang bersangkutan mengakui dan telah menyampaikan permohonan maafnya kepada kepolisian dan warga masyarakat di Lamongan," ujar Miko.

Selain memeriksa keempat emak-emak tersebut, polisi juga menampilkan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk membuat konten. Di antaranya yakni helm, sepatu, daster, dan pakaian dalam CD dan bra milik Asmaul Husna yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial.