Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Nadia Permatasari (23), mengaku mengalami penyekapan dan perlakuan buruk saat berada di Tiongkok. Melalui video yang beredar di media sosial, Nadia meminta pemerintah Indonesia turun tangan untuk membantunya kembali ke tanah air.
Dalam video tersebut, Nadia menyampaikan permohonan kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Ketenagakerjaan segera mengambil langkah untuk memulangkannya ke Indonesia.
Nadia mengaku awalnya berangkat ke Tiongkok dengan tujuan bekerja untuk membantu orang tuanya menyelesaikan persoalan utang. Namun, ia justru menghadapi kondisi yang disebutnya membuat keselamatan dirinya terancam.
"Saya di sini (Tiongkok) sudah tidak kuat menghadapi perlakuan suami saya. Mau pulang ke Indonesia disuruh ganti biaya mahar, tapi saya sudah tidak punya apa-apa karena uang mahar digunakan untuk berobat saudara saya yang sekarang sudah meninggal dunia. Tolong bantu saya bisa pulang ke rumah di Indramayu," ujar Nadia dalam video tersebut, dikutip detikJabar pada Jumat (11/9/2026).
Permintaan pertolongan Nadia juga mendapat perhatian dari keluarganya di Indramayu. Ayahnya, Kamudi, saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Blok Legok Kedung, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Kondisi ekonomi keluarga membuat Kamudi tidak memiliki banyak pilihan selain berharap pemerintah membantu kepulangan putrinya.
Simak Video "Video: Langkah Menteri P2MI Gaet Kemkomdigi Awasi Iklan Penipuan Kerja ke Luar Negeri "
(mso/mso)