Diduga Disekap di Tiongkok, PMI Indramayu Ingin Pulang ke Tanah Air

Diduga Disekap di Tiongkok, PMI Indramayu Ingin Pulang ke Tanah Air

Burhanudin - detikJabar
Jumat, 11 Sep 2026 19:30 WIB
Tangkapan layar video Nadia, PMI asal Indramayu yang mengaku disekap di Tiongkok
Tangkapan layar video Nadia, PMI asal Indramayu yang mengaku disekap di Tiongkok (Foto: Istimewa).
Indramayu -

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Nadia Permatasari (23), mengaku mengalami penyekapan dan perlakuan buruk saat berada di Tiongkok. Melalui video yang beredar di media sosial, Nadia meminta pemerintah Indonesia turun tangan untuk membantunya kembali ke tanah air.

Dalam video tersebut, Nadia menyampaikan permohonan kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Ketenagakerjaan segera mengambil langkah untuk memulangkannya ke Indonesia.

Nadia mengaku awalnya berangkat ke Tiongkok dengan tujuan bekerja untuk membantu orang tuanya menyelesaikan persoalan utang. Namun, ia justru menghadapi kondisi yang disebutnya membuat keselamatan dirinya terancam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya di sini (Tiongkok) sudah tidak kuat menghadapi perlakuan suami saya. Mau pulang ke Indonesia disuruh ganti biaya mahar, tapi saya sudah tidak punya apa-apa karena uang mahar digunakan untuk berobat saudara saya yang sekarang sudah meninggal dunia. Tolong bantu saya bisa pulang ke rumah di Indramayu," ujar Nadia dalam video tersebut, dikutip detikJabar pada Jumat (11/9/2026).

ADVERTISEMENT

Permintaan pertolongan Nadia juga mendapat perhatian dari keluarganya di Indramayu. Ayahnya, Kamudi, saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Blok Legok Kedung, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Kondisi ekonomi keluarga membuat Kamudi tidak memiliki banyak pilihan selain berharap pemerintah membantu kepulangan putrinya.

Kamudi mengatakan dirinya hanya dapat berdoa sambil menunggu adanya tindakan dari pemerintah. Ia berharap pemerintah daerah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Indramayu hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat, turut membantu menangani persoalan yang dihadapi anaknya.

"Saya hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Sang Pencipta semoga anak saya bisa pulang ke Indonesia," kata Kamudi di kediamannya, Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah merespons informasi mengenai Nadia yang ramai diperbincangkan. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran bekerja ke luar negeri.

Asep secara khusus meminta warga tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan pekerjaan di Tiongkok. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat lowongan pekerjaan resmi yang ditawarkan melalui jalur ketenagakerjaan untuk tujuan negara tersebut.

"Untuk Nadia, saya pastikan prosesnya ilegal. Tidak ada job kerja di negara Tiongkok," ujar Asep kepada detikJabar, Jumat (11/9/2026).

Disnaker Indramayu pun mengimbau calon PMI memastikan legalitas perusahaan, jenis pekerjaan, negara tujuan, serta prosedur keberangkatan sebelum menerima tawaran bekerja di luar negeri.

"Langkah tadi itu penting untuk mencegah warga menjadi korban perdagangan manusia, maupun keberangkatan nonprosedural," pungkas Asep.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Langkah Menteri P2MI Gaet Kemkomdigi Awasi Iklan Penipuan Kerja ke Luar Negeri "
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads