Cirebon Sepekan: Becak Listrik Bantuan Prabowo Dijual di Pasar Online

Cirebon Sepekan: Becak Listrik Bantuan Prabowo Dijual di Pasar Online

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 12 Sep 2026 17:00 WIB
Tangkapan layar unggahan becak listrik di forum jual beli online
Tangkapan layar unggahan becak listrik di forum jual beli online (Foto: istimewa)
Cirebon -

Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu) dalam sepekan terakhir. Mulai dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar hingga Cirebon PMI asal Indramayu diduga disekap di Tiongkok.

Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini

Sebaran Abu Vulkanik Sampai ke Cirebon, Warga Diminta Waspada

Sebaran abu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Fenomena ini memaksa masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara dan kebersihan lingkungan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon meminta warga tetap tenang namun sigap melakukan langkah mitigasi guna meminimalisir dampak kesehatan akibat paparan abu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas vulkanik memicu sebaran abu hingga ke kawasan pesisir dan permukiman penduduk. Masyarakat sangat disarankan mengenakan masker saat berada di luar ruangan.

"Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik," ucapnya, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

Selain masker, penggunaan kacamata atau pelindung wajah juga dianjurkan untuk menghindari iritasi mata. BPBD turut menyarankan agar aktivitas di luar rumah dibatasi jika intensitas abu mulai menebal.

"Perjalanan yang tidak penting sebaiknya dihindari karena abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang dan berpotensi membahayakan pengendara," terangnya.

Dampak sebaran abu ini mulai dirasakan nyata oleh warga di Kecamatan Sumber. Muhyidin, salah satu warga setempat, mengaku mendapati material debu yang berbeda dari biasanya saat membersihkan rumah. Debu tersebut berwarna lebih gelap dan memiliki tekstur pekat.

"Banyak debu tapi enggak seperti biasanya. Kalau sekarang warnanya hitam pekat," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi udara menjadi tidak nyaman karena angin kencang membawa material tersebut masuk hingga ke dalam ruangan. "Abunya juga sampai ke dalam rumah, apalagi sekarang lagi angin kencang juga," bebernya.

Rekonstruksi Ibu Bunuh Bayi di Kuningan: 45 Adegan Diperagakan

Polres Kuningan menggelar rekonstruksi kasus pembuangan bayi yang menggegerkan warga Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Senin (7/9/2026). Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 45 adegan diperagakan untuk mencocokkan keterangan pelaku dengan fakta di lapangan.

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Aziz memaparkan, adegan inti dari rekonstruksi tersebut memperlihatkan momen saat tersangka menghabisi nyawa bayinya sendiri sesaat setelah melahirkan di kamar mandi.

"Rekonstruksi ini dilakukan ada empat puluh lima adegan, di mana adegan yang dilakukan oleh tersangka ini ada di adegan ke 7 telah membunuh bayinya sendiri sesaat setelah dilahirkan saat di kamar mandi, dibunuh oleh tersangka sendiri," tutur Abdul, Senin (7/9/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap bahwa tersangka membunuh bayinya usai melahirkan pada Kamis, 23 Juli 2026 lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Kala itu, tersangka yang merasa sakit perut masuk ke kamar mandi dan menjalani proses persalinan seorang diri di sana.

"Kronologinya di mana terduga tersangka ini awalnya sakit perut di jam 2 dini hari lalu ke kamar mandi, setelah di kamar mandi tersangka ini melahirkan. Lalu ditarik bayinya keluar, pada saat jatuh di kloset, setelah di kloset dipindahkan ke lantai kamar mandi," tutur Abdul.

Meski saat dilahirkan bayi tersebut dalam kondisi hidup dan menangis, tersangka justru mengambil kain dan melakukan kekerasan hingga buah hatinya itu meninggal dunia. Setelah dipastikan tak bernyawa, jasad bayi kemudian dibuang sejauh 300 meter ke tepi sungai. Menurut Abdul, motif pelaku nekat menghabisi darah dagingnya sendiri karena takut ketahuan hamil di luar nikah.

"Setelah itu mengambil kain, ternyata bayi ini masih menangis sehingga bungkus menggunakan kain oleh tersangka, lalu sempat diinjak oleh tersangka sehingga bayi tersebut di kamar mandi meninggal dunia. Setelah meninggal dunia, bayi tersebut dibuang kurang lebih 300 meter dekat tepi sungai, seminggu kemudian bayi tersebut diketahui oleh warga. Membuang bayi ini tersangka takut karena dia hubungan di luar nikah," tutur Abdul.

Jasad bayi tersebut akhirnya ditemukan warga pada Rabu, 29 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, atau enam hari setelah kejadian. Kasus ini terungkap berawal dari kecurigaan warga yang melihat perubahan fisik tersangka. Saksi menyadari tersangka sebelumnya tampak hamil, namun beberapa hari kemudian perutnya mengecil, bersamaan dengan geger penemuan jasad bayi.

"Awalnya ada saksi yang melihat bahwa terduga tersangka ini kelihatan perutnya seperti hamil, namun setelah beberapa hari ditemukan bayi tersebut dan dicek tersangka ini sudah tidak ada di rumah karena dia bekerja di daerah Majalengka," tutur Abdul.

Heboh Becak Listrik Pemberian Prabowo Dijual Online di Cirebon

Becak listrik bantuan pemerintah ditemukan ditawarkan di platform jual beli online. Penawaran tersebut kemudian menjadi sorotan setelah tangkapan layarnya beredar di media sosial dan grup aplikasi perpesanan. Lokasi penawaran tercantum di Cirebon.

Dalam unggahan yang beredar, sebuah becak listrik yang menampilkan gambar presiden ditawarkan untuk dijual melalui platform jual beli online.

Postingan itu kemudian mendapat beragam komentar dari warga. Sejumlah warga menyayangkan adanya becak listrik yang merupakan bantuan pemerintah namun ditawarkan untuk dijual.

"Miris," tulis salah seorang warga saat mengomentari postingan tersebut, dikutip Selasa (9/8/2026).

"Malah dijual. Gausah dikasihani kalau gini," komentar warga lainnya.

"Minta bantuan, giliran dikasih malah dijual," tulis warga lainnya.

Selain tangkapan layar penawaran, unggahan tersebut juga memuat tangkapan layar sebuah percakapan dengan pihak yang menawarkan becak listrik tersebut.

Dalam percakapan itu, pihak yang menawarkan becak listrik mendapat peringatan agar tidak menjual becak listrik bantuan. Namun, pihak yang menawarkan tetap bersikukuh.

"Barang yang sudah dikasihkan itu bebas mau kita apain juga," ujar pihak tersebut dalam percakapan.

Sementara itu, ada juga seorang warga kemudian mencoba mengetes penawaran tersebut. Ia menghubungi pihak yang menawarkan becak listrik dengan berpura-pura menanyakan harga.

"Dijual berapa kang?" tanya warga tersebut.

"Rp8 juta," jawab pihak yang menawarkan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo sebelumnya sudah mewanti-wanti agar bantuan becak listrik dipergunakan sebagaimana mestinya. Ia meminta becak yang telah diberikan tidak dijual.

"Becaknya jangan dijual," kata Edo saat memberikan sambutan dalam proses penyerahan bantuan becak listrik di Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, beberapa waktu lalu.

Geger Penemuan Bayi di Kebun Majalengka, Ibu di Bawah Umur Diamankan

Warga di wilayah Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, sempat dibuat geger oleh penemuan bayi laki-laki yang terbungkus kain di area perkebunan. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi selamat setelah diduga berada di lokasi selama sekitar 3-4 jam.

Polisi yang menerima laporan warga segera melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara. Hasilnya, petugas mengamankan seorang perempuan yang diduga kuat merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menjelaskan, bayi tersebut awalnya ditemukan oleh warga setempat. Usai menemukan sang bayi, warga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Terus kami segera menindaklanjuti dan alhamdulillah telah ditemukan satu terduga pelaku, yang mana terduga pelaku ini adalah merupakan ibu dari bayi tersebut," kata Aldy kepada detikJabar, Selasa (8/9/2026).

Aldy menyampaikan, terduga pelaku saat ini masih berusia di bawah umur. Meski demikian, yang bersangkutan diketahui bukan merupakan pelajar dan belum memiliki pekerjaan tetap.

Sementara itu, bayi malang tersebut kini sudah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Aldy memastikan kondisi kesehatan bayi laki-laki itu stabil dan tengah dirawat di RSUD Majalengka.

"Kami sampaikan juga bahwa rentang waktu dari awal mula dibuang sampai dengan ditemukan oleh warga kurang lebih selama 3 sampai 4 jam. Dan alhamdulillah saat ini status dari bayi tersebut sehat dan saat ini dirawat di RSUD Majalengka," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri motif pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku pun masih dilakukan secara intensif.

"Satreskrim Polres Majalengka masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku tersebut untuk mengetahui apa-apa saja yang motifnya dan siapa-siapa saja yang terlibat di dalam permasalahan atau kasus ini," jelas Aldy.

Diduga Disekap di Tiongkok, PMI Indramayu Ingin Pulang ke Tanah Air

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Nadia Permatasari (23), mengaku mengalami penyekapan dan perlakuan buruk saat berada di Tiongkok. Melalui video yang beredar di media sosial, Nadia meminta pemerintah Indonesia turun tangan untuk membantunya kembali ke tanah air.

Dalam video tersebut, Nadia menyampaikan permohonan kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Ketenagakerjaan segera mengambil langkah untuk memulangkannya ke Indonesia.

Nadia mengaku awalnya berangkat ke Tiongkok dengan tujuan bekerja untuk membantu orang tuanya menyelesaikan persoalan utang. Namun, ia justru menghadapi kondisi yang disebutnya membuat keselamatan dirinya terancam.

"Saya di sini (Tiongkok) sudah tidak kuat menghadapi perlakuan suami saya. Mau pulang ke Indonesia disuruh ganti biaya mahar, tapi saya sudah tidak punya apa-apa karena uang mahar digunakan untuk berobat saudara saya yang sekarang sudah meninggal dunia. Tolong bantu saya bisa pulang ke rumah di Indramayu," ujar Nadia dalam video tersebut, dikutip detikJabar pada Jumat (11/9/2026).

Permintaan pertolongan Nadia juga mendapat perhatian dari keluarganya di Indramayu. Ayahnya, Kamudi, saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Blok Legok Kedung, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Kondisi ekonomi keluarga membuat Kamudi tidak memiliki banyak pilihan selain berharap pemerintah membantu kepulangan putrinya.

Kamudi mengatakan dirinya hanya dapat berdoa sambil menunggu adanya tindakan dari pemerintah. Ia berharap pemerintah daerah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Indramayu hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat, turut membantu menangani persoalan yang dihadapi anaknya.

"Saya hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Sang Pencipta semoga anak saya bisa pulang ke Indonesia," kata Kamudi di kediamannya, Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah merespons informasi mengenai Nadia yang ramai diperbincangkan. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran bekerja ke luar negeri.

Asep secara khusus meminta warga tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan pekerjaan di Tiongkok. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat lowongan pekerjaan resmi yang ditawarkan melalui jalur ketenagakerjaan untuk tujuan negara tersebut.

"Untuk Nadia, saya pastikan prosesnya ilegal. Tidak ada job kerja di negara Tiongkok," ujar Asep kepada detikJabar, Jumat (11/9/2026).

Disnaker Indramayu pun mengimbau calon PMI memastikan legalitas perusahaan, jenis pekerjaan, negara tujuan, serta prosedur keberangkatan sebelum menerima tawaran bekerja di luar negeri.

"Langkah tadi itu penting untuk mencegah warga menjadi korban perdagangan manusia, maupun keberangkatan nonprosedural," pungkas Asep.

Halaman 2 dari 2
(bba/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads