Tawurji dan Apeman Warnai Tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan

Tawurji dan Apeman Warnai Tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan

Ony Syahroni - detikJabar
Rabu, 12 Agu 2026 19:29 WIB
Apeman dan tawurji warnai tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan.
Apeman dan tawurji warnai tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan Cirebon diisi dengan doa bersama, pembagian apem, dan sedekah uang kepada warga. Sedekah uang atau tawurji menjadi salah satu bagian tradisi yang dinanti warga.

Pantauan detikJabar, selepas waktu Asar warga mulai memadati halaman dalam keraton. Ibu-ibu hingga anak-anak tampak menunggu rangkaian tradisi yang digelar keluarga Keraton Kasepuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan diawali dengan doa yang dilakukan keluarga Keraton Kasepuhan di Langgar Alit. Di hadapan mereka tampak sejumlah kue apem yang telah disiapkan, sementara uang untuk sedekah sudah ditempatkan di tempat khusus.

Usai doa, apem dibagikan kepada warga. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan sedekah uang kepada warga yang dalam tradisi Cirebon dikenal sebagai curak atau tawurji.

ADVERTISEMENT

Uang tersebut disebarkan ke halaman keraton. Warga yang sejak awal menunggu langsung bergerak mengambil uang yang jatuh. Anak-anak ikut menyelip di antara orang dewasa, sementara warga lainnya berusaha mendapatkan uang yang tersebar di halaman.

Apeman dan tawurji warnai tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan.Apeman dan tawurji warnai tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat, mengatakan Rebo Wekasan merupakan tradisi yang digelar pada Rabu terakhir bulan Safar.

"Di mana Rebo Wekasan itu adalah rebo terakhir di bulan Safar," kata Goemelar saat ditemui di Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (12/8/2026).

Menurut Goemelar, salah satu rangkaian Rebo Wekasan adalah berbagi rezeki dengan membagikan uang kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk rasa syukur. Dalam tradisi Cirebon, sedekah uang tersebut dikenal dengan sebutan curak atau tawurji.

"Di Cirebon, tradisi itu disebutnya curak atau tawurji," tutur Goemelar.

Rangkaian Rebo Wekasan yang dilakukan keluarga keraton, mulai dari doa hingga berbagi rezeki, merupakan bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT sekaligus berharap keberkahan.

"Tadi kita berdoa dan khususnya kita meminta perlindungan pada Allah, dan tadi kita sedikit memberikan rezeki kepada masyarakat sekitar. Mudah-mudahan kita semua mendapat keberkahan," katanya.

Sementara itu, bagi warga, pembagian uang dalam tradisi tawurji juga menjadi momen untuk mendapatkan berkah. Salah seorang warga, Afiyudin, ikut mengambil uang yang dibagikan dalam tradisi itu. "Biar mendapatkan berkah," kata Afiyudin.

Tahun ini, Afiyudin mengaku mendapat uang hingga puluhan ribu rupiah saat mengikuti tradisi tawurji di Keraton Kasepuhan. "Tadi dapet Rp26 ribu," kata dia.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads