Sederet Fakta Kecelakaan Maut di Indramayu

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 07:45 WIB
Mobil yang digunakan mengangkut rombongan pengantin di Indramayu (Foto: Istimewa/dok Satlantas Polres Indramayu).
Indramayu -

Tragedi maut yang merenggut belasan nyawa kembali terjadi di jalur tengkorak Pantura. Mobil pikap yang mengangkut rombongan pengantar pengantin terlibat kecelakaan beruntun dengan dua truk di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (12/7/2026).

Berikut 10 fakta terbaru terkait kecelakaan maut tersebut yang dirangkum detikJabar, Senin (13/7/2026):

1. Kronologi Berdasarkan Pengakuan Sopir Truk

Sopir truk wingbox bernama Deden Ibad mengaku bahwa kendaraan pikap di depannya tiba-tiba mengerem saat hendak berputar di putaran balik (u-turn) Kiajaran Kulon.

Pengereman mendadak itu membuatnya kesulitan mengendalikan truk. Di saat bersamaan, truk Hino melaju kencang dari arah berlawanan, sehingga benturan keras tak terhindarkan dan membuat penumpang pikap terpental.

2. Mobil Bak Telah Dimodifikasi Dua Tingkat

Mobil Gran Max nahas tersebut dikemudikan oleh Warkidi. Kendaraan tersebut ternyata sudah dimodifikasi dengan membagi baknya menjadi dua bagian (atas dan bawah) agar bisa menampung lebih banyak orang.

3. Kebiasaan Berbahaya yang Dianggap Tradisi

Menaiki mobil bak terbuka yang dimodifikasi ini kerap dimaklumi oleh warga setempat sebagai tradisi untuk mengangkut buruh tani maupun rombongan pengantin, meskipun mereka tahu hal itu dilarang.

""Sebenarnya ini kebiasaan salah memang mobil bak peruntukanya bukan untuk orang. Tapi sudah tradisi bagi warga desa karena sehari-hari mobil biasa ngangkut kuli tandur. Sebenarnya mereka tahu tidak diperkenankan," ujar Kepala Desa Cempeh, Carkana, Senin (13/7/2026).

4. 12 Korban Tewas Didominasi Warga Satu Desa

Total korban jiwa mencapai 12 orang (3 tewas di lokasi dan 9 meninggal di rumah sakit), serta 6 korban luka-luka. Mayoritas dari mereka adalah warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, yang masih bertetangga satu sama lain.

5. Sopir Truk Diamankan dan Polisi Lakukan TAA

Saat ini, Satlantas Polres Indramayu telah mengamankan sopir truk wingbox untuk diperiksa. Polisi juga menurunkan tim ahli untuk mereka ulang kecelakaan.

"Status sopir truk masih dimintai keterangan. Kita masih melakukan rekonstruksi peristiwa bersama Tim TAA (Traffic Accident Analysis) Korlantas Polri dan Polda Jawa Barat," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan, Senin (13/7/2026).

Simak Video "Video Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 32 Orang"


(sya/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork