Ringkasan Tragedi 12 Nyawa Melayang di Pantura Indramayu

Ringkasan Tragedi 12 Nyawa Melayang di Pantura Indramayu

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 11:17 WIB
TKP kecelakaan maut di Indramayu
TKP kecelakaan maut di Indramayu (Foto: Istimewa)
Indramayu -

Suasana bahagia usai pesta pernikahan di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, berubah menjadi duka mendalam bagi warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu, Jawa Barat. Insiden kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, pada Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB.

Insiden tragis ini merenggut belasan nyawa penumpang mobil pikap yang tengah dalam perjalanan pulang. Berikut ringkasannya yang dirangkum detikJabar, Senin (13/7/2026).

Kronologi Tabrakan Beruntun Tiga Kendaraan

Peristiwa nahas ini bermula ketika mobil pikap Grand Max bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh Warsidi membawa 17 orang rombongan pengantin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil yang digunakan mengangkut rombongan pengantin di IndramayuMobil yang digunakan mengangkut rombongan pengantin di Indramayu. (Foto: Istimewa/dok Satlantas Polres Indramayu)
  • Upaya Putar Balik: Saat tiba di putaran Kiajaran Kulon, mobil pikap tersebut hendak memutar arah menuju Lelea.
  • Benturan Pertama: Dari arah yang sama, sebuah truk tronton (wing box) bernomor polisi B 9260 TEV yang dikendarai Deden Ibad melaju dan menghantam bagian belakang pikap dengan keras.
  • Benturan Kedua: Akibat hantaman tersebut, mobil pikap terdorong ke jalur berlawanan dan seketika ditabrak oleh kendaraan Mitsubishi los bak yang meluncur dari arah depan.
  • Kondisi Penumpang: Kerasnya tabrakan mengakibatkan belasan penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke badan jalan.

Update Jumlah Korban: Polisi Pastikan 12 Orang Tewas

Meskipun laporan awal menyebutkan 13 korban jiwa, pihak kepolisian melakukan pendataan ulang dan memastikan jumlah korban meninggal dunia adalah 12 orang.

  • Lokasi Meninggal Dunia: Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, merinci bahwa 3 orang meninggal di lokasi kejadian (TKP), 7 orang meninggal saat penanganan di rumah sakit, dan 2 orang tambahan meninggal pada malam harinya.
  • Korban Selamat: Dari total 18 orang yang terlibat, 6 orang lainnya dinyatakan selamat dengan kondisi luka ringan.
  • Fasilitas Medis: Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari.

Identitas 12 Korban Meninggal Dunia

Jasad Ayu dan Yunah terbaring di ruang tamu rumahnya, Minggu (12/7/2026) malam.Jasad Ayu dan Yunah terbaring di ruang tamu rumahnya, Minggu (12/7/2026) malam. (Foto: Burhannudin/detikJabar)

Mayoritas korban merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, termasuk pengemudi pikap. Berikut adalah identitas korban tewas berdasarkan data kepolisian:

ADVERTISEMENT
  1. Mohamad Iqbal (12), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon (Meninggal di TKP).
  2. Sawen (40), IRT, warga Desa Cempeh (Meninggal di TKP).
  3. Ayu Wulandari (32), IRT, warga Desa Cempeh (Meninggal di TKP).
  4. Karsinih (60), IRT, warga Desa Cempeh (Meninggal di RS).
  5. Sinta (32), IRT, warga Desa Jatisura (Meninggal di RS).
  6. Sanerah (46), IRT, warga Desa Cempeh (Meninggal di RS).
  7. Riyan Toni (6), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon (Meninggal di RS).
  8. Idah (39), petani, warga Desa Cempeh (Meninggal di RS).
  9. Yunah (49), IRT, warga Desa Cempeh (Meninggal di RS).
  10. Atsal Albara (3), warga Desa Cempeh (Meninggal di RS).
  11. Warkidi (45), pekerja swasta, warga Desa Cempeh (Meninggal di RS).
  12. Tamara (22), IRT, warga Desa Kiajaran Kulon (Meninggal di RS).

Penyelidikan dan Olah TKP Tim TAA Polda Jabar

Polres Indramayu telah mengamankan sopir truk wing box dan mobil los bak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, pihak kepolisian melibatkan tim ahli.

Polisi melakukan rekayasa lalin di TKPPolisi melakukan rekayasa lalin di TKP. (Foto: Istimewa)
  • Analisis Teknis: Olah TKP lanjutan dilakukan pada Senin (13/7/2026) melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Barat.
  • Tujuan Penyelidikan: Identifikasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum guna mendapatkan data teknis yang akurat mengenai penyebab tabrakan.

Menyikapi tragedi memilukan ini, polisi memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar mematuhi aturan penggunaan kendaraan.

"Saya harapkan kepada masyarakat wilayah hukum Indramayu khususnya, apabila mau bepergian atau mau berwisata dan segala macamnya lah, jangan menggunakan kendaraan bak terbuka, karena itu bukan peruntukannya," ucap AKP Undang Syarif Hidayat.



(bbp/bbp)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads