Kenaikan harga plastik di Kabupaten Cirebon mulai berdampak signifikan bagi pelaku usaha kecil. Lonjakan harga yang disebut-sebut mencapai 100 persen ini memaksa para pedagang mencari alternatif lain demi mempertahankan usaha mereka.
Salah satu yang terdampak langsung adalah Andri, pedagang batagor di wilayah Cirebon. Ia terpaksa beralih dari plastik ke kertas makanan akibat lonjakan harga yang drastis.
"Tadinya saya pakai plastik buat bungkus batagor, tapi karena harganya naik sampai 100 persen, sekarang saya ganti pakai kertas makanan," ujar Andri saat ditemui detikJabar, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah beradaptasi, Andri berharap harga plastik segera normal. Baginya, plastik tetap menjadi pilihan utama karena lebih praktis dan efisien untuk membungkus makanan.
"Kalau bisa sih normal lagi, karena plastik itu lebih praktis untuk bungkus," tambahnya.
Keluhan serupa datang dari Nusron, pedagang plastik di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Ia menyebut kenaikan harga ini tidak hanya memukul pembeli, tetapi juga memangkas angka penjualannya secara signifikan.
"Sekarang penjualan plastik menurun karena harganya naik drastis," kata Nusron.
Ia mengungkapkan lonjakan harga plastik mencapai dua kali lipat dari harga normal. Kondisi ini memicu para pelanggan, terutama pedagang kecil, beralih ke bahan alternatif.
"Harganya sekarang sudah gila-gilaan, naik sampai 100 persen," ujarnya.
Fenomena ini justru mendongkrak permintaan kertas pembungkus makanan. Nusron mengaku stok kertas di tokonya kerap ludes karena tingginya permintaan pedagang.
"Sekarang yang paling laku itu kertas bungkus makanan, bahkan stoknya sering cepat habis," jelasnya.
Baca juga: Harga Biji Plastik di Bandung Melonjak Tajam |
Menurut Nusron, tren kenaikan harga ini mulai terasa sejak beberapa hari terakhir. Untuk bertahan di tengah merosotnya omzet, ia kini mengandalkan penjualan kertas pembungkus.
Kondisi ini membuktikan fluktuasi harga bahan baku sederhana seperti plastik mampu memberikan efek domino terhadap sektor usaha kecil. Para pedagang kini mendesak adanya stabilisasi harga agar biaya operasional mereka kembali terkendali.
"Omzet jelas turun karena harga plastik naik, sekarang lebih mengandalkan penjualan kertas nasi," pungkasnya.
Simak Video "#Tanyadetikfinance IHSG Kebakaran, Apa Artinya buat Ekonomi RI?"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)











































