Harga Biji Plastik di Bandung Melonjak Tajam

Harga Biji Plastik di Bandung Melonjak Tajam

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 05 Apr 2026 11:30 WIB
Pekerja sedang menunjukkan biji plastik yang harganya melonjak
Pekerja sedang menunjukkan biji plastik yang harganya melonjak (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Kenaikan harga bahan baku mulai menghantam industri plastik di kawasan Cibuntu, Kota Bandung. Harga biji plastik impor yang selama ini menjadi tulang punggung produksi kini melonjak drastis, memaksa pelaku usaha memutar otak untuk bertahan.

Lonjakan harga biji plastik disinyalir merupakan salah satu dampak dari konflik berkepanjangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Hal itu memicu kenaikan harga barang impor, terutama yang berasal dari Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pegawai pabrik plastik di kawasan Cibuntu, Riska Surihartati, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi dalam waktu singkat dan cukup ekstrem.

"Harga biji plastik saat ini naik drastis. Sekarang sudah lebih dari Rp50 ribu bahkan ada yang mencapai Rp60 ribu lebih per kilonya," kata Riska saat diwawancarai detikJabar belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Padahal sebelumnya, harga bahan baku tersebut masih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Lonjakan ini praktis menggandakan beban produksi yang harus ditanggung pabrik.

Akibat lonjakan harga bahan baku, dampak paling terasa terlihat dari biaya operasional. Jika sebelumnya perusahaan hanya mengeluarkan sekitar Rp40 juta untuk membeli dua ton biji plastik dalam sepekan, kini angkanya melonjak menjadi Rp80 juta.

"Kenaikannya tepat dua kali lipat. Stok bahan baku yang mulai susah, karena kami pakai biji plastik impor. Imbas perang Iran sama Amerika Serikat," tuturnya.

Kondisi ini membuat pelaku industri tidak memiliki banyak pilihan. Ketergantungan pada bahan baku impor menjadi tantangan tersendiri di tengah situasi global yang tidak menentu.

Di sisi lain, alternatif bahan baku lokal dari hasil daur ulang sebenarnya tersedia. Namun, kualitasnya dinilai belum mampu menggantikan biji plastik impor.

"Kurang bagus yang recycle, karena dari bahan reject digiling lagi. Paling cari pemasok lain yang harga biji plastiknya lebih murah," ucapnya.

Kenaikan harga bahan baku tak terhindarkan berimbas pada harga jual produk plastik di pasaran yang ikut merangkak naik. Dampaknya, konsumen mulai mengeluh bahkan mengurangi jumlah pembelian.

"Konsumen banyak yang mengeluh soal harga. Tapi kami juga enggak ada jalan lain, soalnya belum ada pemasok biji plastik yang lebih murah," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Istana Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM "
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads