Langit pagi masih pucat ketika langkah-langkah pelajar mulai memenuhi halaman SMAN 2 Majalengka. Waktu belum genap pukul 06.30 WIB, tapi aktivitas sudah dimulai. Ramadan tahun ini di sekolah tersebut membawa suasana berbeda. Bukan hanya soal memperdalam ibadah, tetapi juga belajar merawat bumi.
Di sekolah itu, Ramadan dihidupkan lewat program Pesantren Ekologi. Sebanyak 138 siswa mengikuti kegiatan ini setiap hari, sejak pagi hingga pukul 13.30 WIB. Mereka dijadwalkan bergiliran tiap pekan sesuai jenjang kelas, dimulai dari kelas 10, lalu kelas 11, dan terakhir kelas 12.
Selama sepekan penuh, hari-hari mereka bukan hanya digembleng dengan mata pelajaran umum, tetapi juga latihan membangun kesadaran ekologi dan rohani. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Majalengka Aan Usmairin mengatakan, program ini dirancang untuk menghadirkan makna Ramadan yang lebih utuh, yakni menghubungkan ibadah dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Alhamdulillah kegiatan Ramadan di kita memang beda dengan tahun yang kemarin. Kalau tahun kemarin berkaitan dengan smart tren, sekarang adalah pesantren ekologi. Di sini dititikberatkan anak-anak selain mendalami ilmu agama seperti tahsin, tahfidz, materi puasa dan tarawih, juga bagaimana mereka menyayangi alam dan bumi," kata Aan kepada detikJabar, Kamis (26/2/2026)
Di Pesantren Ekologi, siswa memperdalam tahsin dan tahfidz, memahami makna puasa, serta memperkuat kebiasaan ibadah. Namun di luar itu, mereka diajak memahami dan menjaga lingkungan.
"Adapun pesan sederhananya seperti mematikan lampu saat tidak digunakan atau menutup keran air setelah penuh menjadi bagian dari pembelajaran. Hal-hal kecil itu dilatih agar menjadi kebiasaan, bukan sekadar pengetahuan," ujarnya.
Simak Video "Video: Hangatnya Munggahan Warga Kawunghilir Jelang Ramadan"
(mso/mso)