MPLS Sekolah Maung Dimulai, Siswa Digembleng Karakter-Unjuk Talenta

MPLS Sekolah Maung Dimulai, Siswa Digembleng Karakter-Unjuk Talenta

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 15 Jul 2026 10:33 WIB
Pelaksanaan MPLS di Sekolah Maung SMAN 5 Bandung
Pelaksanaan MPLS di Sekolah Maung SMAN 5 Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Sebanyak 320 siswa baru SMAN 5 Bandung resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026). Momen ini menjadi pertama kalinya MPLS digelar setelah SMAN 5 ditetapkan sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, MPLS kali ini tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi awal pembentukan karakter siswa melalui konsep Sekolah Maung yang dipadukan dengan pengembangan bakat, kepemimpinan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Bandung Revy Hapyan mengatakan hari pertama MPLS diawali dengan pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, dilanjutkan pengenalan guru, jajaran manajemen sekolah, hingga pendidikan karakter berbasis nilai Pancawaluya.

"Kegiatan MPLS hari pertama ya, tadi ada pembukaan oleh Pak Kadis, dilanjutkan perkenalan dengan guru, para manajemen, dan juga sekarang ini pendidikan karakter Pancawaluya. Setelah itu nanti ada pengenalan kurikulum, ada pengenalan terhadap visi misi, ada juga tentang peraturan di sekolah, dan juga kita ada pemateri-pemateri dari luar, dari unsur TNI-Polri, dari BNN, dan juga dari Kesbangpol Kota Bandung," kata Revy.

ADVERTISEMENT

Menurut Revy, status baru sebagai Sekolah Maung membuat pelaksanaan MPLS tahun ini memiliki sejumlah perbedaan mendasar dibandingkan sebelumnya. Salah satunya terlihat dari proses penerimaan siswa yang lebih selektif, serta hadirnya program-program khusus yang menjadi ciri Sekolah Maung.

"Yang paling eksplisit ya yang membedakan di Sekolah Maung itu pertama dari input siswanya ya. Jadi kita khusus siswa yang sudah tersaring," ujarnya.

Selain itu, pada penutupan MPLS nanti para siswa akan mengikuti kegiatan Unjuk Kabisa dan Aksi Ekologi sebagai ruang untuk menampilkan potensi sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.

"Yang selanjutnya kita ada program Unjuk Kabisa dan Aksi Ekologi nanti di hari terakhir. Di hari terakhir ada Unjuk Kabisa, bagaimana talenta-talenta siswa ini kelas 10 akan tampil di nanti di hari terakhir," katanya.

Revy menjelaskan, Unjuk Kabisa menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

"Iya dari situ, dari non-akademik itu. Dan kemungkinan dari jalur yang lain juga pasti ditampilkan. Misalkan dia ikut jalur rapor di sini tapi dia punya talenta di bidang silat misalkan, di bidang yang lainnya," jelasnya.

MPLS di SMAN 5 Bandung berlangsung selama lima hari, didahului satu hari pra-MPLS sehingga total rangkaian kegiatan mencapai enam hari. Selama pelaksanaan kegiatan, sekolah juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan dan kesehatan peserta didik.

"Untuk siswa-siswi, untuk keamanan itu yang pertama anak-anak itu ya apa, untuk menjaga dirinya masing-masing, tidak membahayakan diri dan tidak membahayakan orang lain. Terutama di pagi hari, paling minimal anak-anak itu harus sarapan. Kita juga mengarahkan menghimbau anak-anak untuk membawa juga bekal, nanti makan siang di sini," ujar Revy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menegaskan bahwa MPLS harus dimaknai sebagai proses adaptasi siswa terhadap lingkungan belajar yang baru, bukan sekadar kegiatan seremonial.

"Ya MPLS kan harus dimaknai sebagai masa untuk memperkenalkan anak-anak kepada lingkungan sekolah yang baru. Jadi diperkenalkan mulai dari tata tertib, lingkungan sarana prasarana, kemudian guru-gurunya, tata tertibnya begitu yang harus menjadi pegangan baik guru maupun siswa dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut," kata Purwanto.

Ia menambahkan, selama MPLS siswa juga harus memahami budaya belajar, aturan sekolah, hingga wawasan lingkungan sebagai bekal menjalani pendidikan selama tiga tahun ke depan.

"Anak-anak harus diperkenalkan kepada orientasi belajar di situ itu apa, tata tertib yang harus diikuti itu apa. Kemudian wawasan lingkungannya seperti apa. Ini yang mesti menjadi perhatian semua pengelola satuan pendidikan gitu di SMA maupun di SMK, termasuk SLB," ujarnya.

Purwanto memastikan pelaksanaan MPLS tahun ini tetap melibatkan unsur TNI dan Polri di seluruh sekolah sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Ya hari ini juga melibatkan. Jadi terlibat semua aparat TNI yang dekat dengan lingkungan itu, termasuk kepolisian. Saya sudah minta semua satuan pendidikan untuk melibatkan TNI dan Polri di wilayahnya masing-masing," katanya.

Selain itu, pada hari kedua MPLS, seluruh pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov Jawa Barat juga akan diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemantauan sekaligus ikut membuka kegiatan MPLS.

"Kemudian juga MPLS-nya juga Pak Gubernur sudah meminta semua pejabat eselon 2, 3 itu bisa terjun ke sekolah-sekolah melakukan monitoring sekaligus terlibat dalam pembukaan MPLS," pungkas Purwanto.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Merasakan Kenikmatan Pijat Spa untuk Relaksasi di Bandung "
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads