Cek Daftar 28 SMA dan 13 SMK Calon Sekolah Maung di Jabar

Cek Daftar 28 SMA dan 13 SMK Calon Sekolah Maung di Jabar

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 13 Mei 2026 14:00 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbincang dengan sejumlah siswa saat meninjau program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). Ratusan siswa SMA/SMK dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat yang memiliki perilaku khusus seperti terlibat tawuran, terafiliasi geng motor, kecanduan permainan daring (game online), mabuk dan perilaku tidak terpuji lainnya menjalani program pendidikan karakter dan kedisiplinan selama 14 hari. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)
Bandung -

Pemprov Jabar resmi menetapkan 41 sekolah negeri sebagai calon pusat pengembangan Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini digagas untuk mengembalikan identitas sekolah unggulan berbasis prestasi akademik dan non-akademik di setiap kabupaten dan kota.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kebijakan ini diambil menyusul adanya penurunan kualifikasi sekolah negeri favorit sejak diberlakukannya sistem zonasi. Meskipun daftar sekolah telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur (SK), pihak DPRD Jawa Barat memberikan catatan kritis agar program ini tidak dijalankan secara terburu-buru demi menghindari kesenjangan pendidikan.

Daftar Lengkap 28 SMA Calon Sekolah Maung di Jawa Barat

Penentuan sekolah dilakukan melalui usulan Kantor Cabang Dinas (KCD) yang kemudian diverifikasi oleh tim khusus. Berikut adalah daftar SMA yang dipersiapkan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Wilayah Bogor & Depok: SMAN 2 Cibinong (Kab. Bogor), SMAN 1 Bogor (Kota Bogor), SMAN 1 Depok (Kota Depok).
  • Wilayah Bekasi & Karawang: SMAN 1 Bekasi (Kota Bekasi), SMAN 1 Sukatani (Kab. Bekasi), SMAN 5 Karawang (Kab. Karawang).
  • Wilayah Subang & Purwakarta: SMAN 1 Subang (Kab. Subang), SMAN 1 Purwakarta (Kab. Purwakarta).
  • Wilayah Sukabumi & Cianjur: SMAN 2 Kota Sukabumi (Kota Sukabumi), SMAN 1 Pelabuhan Ratu (Kab. Sukabumi), SMAN 1 Cianjur (Kab. Cianjur).
  • Wilayah Bandung Raya & Cimahi: SMAN 3 Bandung (Kota Bandung), SMAN 5 Bandung (Kota Bandung), SMAN 1 Cisarua (Kab. Bandung Barat), SMAN 3 Cimahi (Kota Cimahi), SMAN 1 Soreang (Kab. Bandung).
  • Wilayah Sumedang & Majalengka: SMAN 1 Sumedang (Kab. Sumedang), SMAN 1 Majalengka (Kab. Majalengka).
  • Wilayah Cirebon, Indramayu & Kuningan: SMAN 1 Sindang (Kab. Indramayu), SMAN 2 Cirebon (Kota Cirebon), SMAN 1 Palimanan (Kab. Cirebon), SMAN 2 Kuningan (Kab. Kuningan).
  • Wilayah Priangan Timur: SMAN 6 Garut (Kab. Garut), SMAN 1 Tasikmalaya (Kota Tasikmalaya), SMAN 1 Singaparna (Kab. Tasikmalaya), SMAN 1 Ciamis (Kab. Ciamis), SMAN 1 Banjar (Kota Banjar), SMAN 1 Parigi (Kab. Pangandaran).

Daftar Lengkap 13 SMK Calon Sekolah Maung di Jawa Barat

Untuk jenjang SMK, setiap Cabang Dinas Pendidikan (KCD) umumnya hanya diwakili oleh satu sekolah unggulan. Berikut rinciannya:

  • SMKN 1 Cibinong - Kabupaten Bogor.
  • SMKN 3 Bogor - Kota Bogor.
  • SMKN 2 Bekasi - Kota Bekasi.
  • SMKN Maung - Kabupaten Purwakarta.
  • SMKN 1 Cibadak - Kabupaten Sukabumi.
  • SMKN 1 Pacet - Kabupaten Cianjur.
  • SMKN 1 Cimahi - Kota Cimahi.
  • SMKN 1 Katapang - Kabupaten Bandung.
  • SMKN 1 Majalengka - Kabupaten Majalengka.
  • SMKN 1 Mundu - Kabupaten Cirebon.
  • SMKN 1 Garut - Kabupaten Garut.
  • SMKN 2 Tasikmalaya - Kota Tasikmalaya.
  • SMKN 1 Pangandaran - Kabupaten Pangandaran.

Alasan Perubahan Sekolah Favorit Menjadi Sekolah Maung

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Sekolah Maung bertujuan memperbesar ruang bagi siswa berprestasi agar kualitas pendidikan negeri tetap kompetitif dibanding swasta.

ADVERTISEMENT
  • Penurunan Kualitas Akademik: Dedi menyebut tingkat kelulusan siswa SMA negeri ke perguruan tinggi bergengsi seperti ITB mengalami penurunan tajam akibat zonasi.

"Dampaknya ke depan, kalau ini terus-terusan pemerintah provinsi membiarkan, maka nanti yang sekolah di sekolah swasta adalah anak orang kaya, anak pejabat, anak pejabat tinggi, anak anggota DPRD," ujar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pada Rabu (13/5/2026).

  • Fokus Prestasi: Dalam skema Sekolah Maung, jalur prestasi akademik dan non-akademik (seni, olahraga, dll) akan lebih diutamakan daripada sistem zonasi.
  • Persyaratan Nomenklatur: Pemprov Jabar berencana mengusulkan perubahan nama sekolah menjadi Sekolah Maung ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Iya (namanya menjadi Sekolah Maung) nanti kita akan usulkan ke kementerian. Kita kalau diizinkan oleh kementerian akan melakukan itu," kata Kepala Disdik Jabar Purwanto.

Sorotan DPRD Jabar

DPRD Jawa Barat mengingatkan pemerintah agar melakukan evaluasi matang dan tidak terkesan memaksakan program dalam skala besar di tahap awal.

  • Kekhawatiran RSBI Jilid II: Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, khawatir Sekolah Maung akan mempertegas kesenjangan seperti era Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) yang dulu dibatalkan Mahkamah Konstitusi.
  • Saran Pilot Project: DPRD Jabar menyarankan agar program dimulai dari skala kecil sebagai proyek percontohan, misalnya di Purwakarta.
  • Kritik Kesiapan Anggaran: Anggota Komisi V Zaini Shofari menyoroti belum adanya pembahasan mendalam soal kebutuhan anggaran dan arah pembinaan lulusan. "Belum ada pembahasan. Persiapannya yang belum matang. Menurut saya jadi dinas itu menerjemahkan apa yang disampaikan oleh gubernur dengan mencari payung hukumnya," kata Zaini.

Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat terus mematangkan rencana pengoperasian sekolah-sekolah tersebut sembari menunggu persetujuan pemerintah pusat terkait perubahan status dan nama sekolah. Pemprov Jabar juga menyiapkan skema subsidi bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang bersekolah di swasta sebagai pendukung pemerataan akses pendidikan.




(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads